Jaga Pariwisata Berkelanjutan, Pecatu Canangkan Kawasan Bersih dan Hijau

Iklan Home Page

Pecatu, baliwakenews.com

Sebagai kawasan pariwisata, Desa Pecatu melakukan berbagai inovasi untuk menjaga wilayahnya tetap bersih dan hijau. Seperti dengan membentuk TPS3R yang dikelola oleh Bumdes dan juga melakukan reboisasi hutan sebagai paru-paru desa. Berkat inovasi inilah Desa Pecatu berhasil meraih peringkat I dalam Mangupura Award untuk katagori pemerintah Desa.

Diminta komentarnya terkait keberhasilan ini, Perbekel Desa Pecatu, Made Karyana Yadnya tidak menampiknya. Bahkan dengan inovasi ini, pihaknya ditetapkan sebagai yang terbaik dalam Mangupura Award 2023 yang dilaksnakaan oleh Pemkab Badung. “Astungkara pada Mangupura Award yang pertama ini kami di Desa Pecatu diberikan peringkat satu atau yang terbaik,” ujarnya.

Karena wilayahnya adalah kawasan pariwosata, Pihaknya mengambil katagori perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup. “Kenapa kami mengambil itu sebagai destinasi pariwosata khususnya kami di darrah selatan kami ingin pariwosata kami ini berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Buka Penarungan Festival 2022

Karenanya perlindungan dan peleatarian alam ini menjadi sesuatu kebutuhan pihaknya di Pecatu yang sangat-sangat penting. Salah satunya tercakup katagori yang diambil yakni perlindungan dan pelestarian alam dengan judul Pecatu Bersih dan Hijau. “Karena kami berpikir jika ridak melakukan sesuatu dalam dunia pariwosata mencakup pelestarian lingkuang hidup terutama terkait pemeliharaan lingkungan kami khawatir pariwosata Pecatu akan ditinggalkan. Makanya kami membentuk Bumdes dalam rangka penanganagan sampah dengan pola TPS3R. Ini salah satu penyangganya yang kami optimalkan,” ungkapnya.

Baca Juga:  The Nusa Dua Uji Bus Listrik Berbasis IoT, Langkah Menuju Smart Tourism Bali

Dengan langkah ini, keberadaan sampah di Desa Pecatu bisa dieleminir dan diolah serta diproses menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi Desa dan masyarakat Pecatu. Selain Itu dalam penjagaan lingkungan pihaknya tetap melibatkan stakeholder yang ada. Dimana Heterogenitas penduduk yang ada di Pecatu ridak menjadi masalah bagi Desa namun justru dikelola sehingga menjadi aset. Salah satunya dengan mengejak mereka ikut peduli lingkungan melalui gerakan kebersihan. Dia mengaku sangat bersyukur atas penghargaan tersebut.

Manfaat yang bisa diambil dari juara Mangupura Award ini yaitu, bukan hanya terkait juara, namun indikator yang ada dalam Mangupura Award ini memberikan refrensi baginya dalam rangka menjalankan pemerintahan, bagaimana menata aset dan arsip, menata perangkat dengan disiplinnya. Ternasuk Fasilitas apa saja yang disiapkan dalam rangka pelayanan publik, perpustakaan serta ruangan yang bersih.

Baca Juga:  Kakak Beradik dari NTT Rakit Bom Molotov untuk Balas Dendam ke Pemilik Laundry

Selain Itu juga me yang kit pelayanan kepada masyarakat dengan sistem digital yang harus dilakukan untuk memberikan percepatan pelayanan ke masyatakat.  “Inovasi ini akan terus saya lakukan dan pertahankan bila perlu saya kembangkan lagi sehingga daerah kami menjadi daerah hijau. Apalagi itu menjadi tumpuan pariwisata,” tegasnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR