Kerobokan, baliwakenews.xom
Kejuaraan taekwondo bertajuk ‘KONI Badung Sport Tourism 2023’ dibanjiri peserta. Sesuai dengan temanya, event ini diikuti 9 negara dengan 2.149 taekwondoin yang tengah berlangsung di GOR Purna Krida, Kerobokan mulai 13-15 Oktober 2023.
Ketua Umum KONI Badung, I Made Nariana saat meninjau pelaksanaannya, Jumat 13 Oktober 2023 mengatakan, event ini bisa dibilang masuk kriteria atau syarat yakni peserta.
“Jadi program sport tourism ini ada 7 cabang olahraga yang dipertandingkan. Dan taekwondo ini adalah event yang ke-6. Syarat pertama sudah tentu masuk yakni minimal 300 peserta,” tegas Made Nariana.
Tinggal kini KONI Badung melihat persyaratan kedua dan ketiga yakni prestasi dan pelayanan kepada tamu. “Kalau soal pelayanan saya rasa sudah cukup baik. Yang paling penting adalah prestasi. Atlet Badung wajib menunjukkan kualitas dan harus menjadi juara di event ini,” serunya.
Sementara cabor terakhir yang belum melaksanakan program ini adalah karate yang rencana digeber mulai 18 Oktober 2023 mendatang. “Kalau karate informasinya lebih banyak (peserta) dari ini,” imbuh Nariana yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum KONI Bali ini.
Secara global, Nariana menyebut tidak ada kendala dari enam cabor yang sudah menyelenggarakannya. Hanya catur yang mendapat nilai minor sementara ini karena atletnya tak ada yang meraih juara.
Sementara Ketua Umum Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Badung, I Putu Winasa menambahkan khusus untuk Badung diikuti oleh 7 dojang resmi. Namun unit di bawah dojang tersebut yang banyak.
“Totalnya ada 151 dojang dengan 2.149 peserta. Kategori yang dipertandingkan adalah kyurugi dan poomsae,” ujar Winasa.
Sementara tim dari luar Bali yang ikut berpartisipasi di ajang ini disebutkannya antara lain dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Maluku, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, dan NTT. Sementara dari luar negeri ada dari Timor Leste. BWN-06
































