Pembantai Tukang Parkir di Renon, Masih Berstatus Pelajar
Padangsambian, baliwakenews.com
Aparat Satreskrim Polresta Denpasar menangkap 10 pelaku yang membantai Yohanes Naikoi (33). Delapan dari dua pelaku, merupakan pelajar SMP dan SMA di Denpasar. Motif kasus pengeroyokan berujung tewasnya tukang parkir itu, dipicu karena mabuk miras jenis arak.
Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, para tersangka Muhamad Ivan alias Ipan (19), Gede Kurniawan Kresna Budiantara (19), Hery Angga Putra alias Hery (18), Udin alias Rizki (17), Dimas (17), Andre (17), Muja (15), Zena (15), Calvin (14) dan Rico (14), awalnya minum arak di Malibu Bar di Denpasar, pada Minggu (4/6) hingga pukul 03.00. “Usai minum dan dalam kondisi pengaruh alkohol, merek menuju arah Renon, mengendarai motor,” katanya, Senin (5/6).
Saat tiba di Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar, mereka berderet empat motor sejajar menuju ke timur ke arah Jalan Moh Yamin. Sesampainya di depan kantor TVRI, korban asal Kupang, NTT itu sedang berjalan kaki di kiri jalan usai menjaga parkir. “Tiba-tiba korban ditendang oleh Muja yang saat itu dibonceng oleh Krisna,” kata Bambang.
Korban yang kesal lantas mengambil batu dan melempar ke gerombolan tersangka. Batu itu lantas mengenai punggung kanan Zena. “Zena berteriak kesakitan dan memutar balik motornya menghampiri korban, yang diikuti oleh tersangka lainnya. Saat itu, korban sudah berjalan masuk ke areal Kantor TVRI,” ucap Bambang.
Karena korban telah masuk kantor TVRI, para tersangka memutar arah menuju Jalan Moh Yamin ke Lapangan Niti Mandala Renon kemudian tembus ke Jalan Cok Agung Tresna. “Mereka lantas kembali ke depan Kantor TVRI. Dan Kevin berteriak sambil menunjuk ke arah korban yang saat itu menyebrang ke arah Yume Sushi di Jalan Cok Agung Tresna,” bebernya.
Para tersangka memarkir motornya dan Rico mengambil batu sebesar bola basket ke korban. Hanya saja, lemparan Rico tidak mengenai korban. Rico dan Kevin lantas mengejar dan memukul wajah korban berulang kali. Korban berhasil melarikan diri ke arah di Jalan Dewi Madri I, Denpasar Timur. “Para tersangka lantas mengambil motor mengejar korban. Dan para tersangka berhasil menarik baju korban dan mereka melakukan pengeroyokan,” ucap Bambang.
Korban yang posisi jongkok melindungi kepalanya lantas tersungkur karena dipukuli secara bertubi-tubi oleh para tersangka. Kemudian Krisna tiba-tiba mengeluarkan ikat pinggang yang di dalamnya berisi pisau sepanjang 15 Cm. “Secara keji, Krisna menusuk korban berulang kali ke arah perut dan punggung. Usai korban terkapar bersimbah darah, mereka lantas pergi meninggalkan korban yang tergeletak di pinggir jalan,” imbuh Bambang.
Peristiwa tersebut lantas membuat gempar warga sekitar. Dan salah seorang masyarakat lantas melapor ke Polsek Dentim. Aparat Unit Polsek Dentim kemudian berkoordinasi dengan Polresta Denpasar berkoordinasi mengejar para tersangka. “Selang dua jam kemudian semua tersangka ditangkap,” beber Bambang.
Mereka diamankan di rumahnya masing-masing, Muhamad Ivan alias Ipan di Jalan Nusa Indah, Gede Kurniawan Kresna Budiantara di Jalan Danau Beratan, Hery Angga Putra alias Hery di Jalan Drupadi, Udin alias Rizki di Jalan Drupadi, Dimas di Jalan Hayam Wuruk, Andre di Jalan Tukad Bilok, Muja di Jalan Dwi Sri, Batu Bulan, Gianyar, Zena di Kesiman, Calvin di Jalan Kecubung dan Rico di Jalan Anyelir. “Pelaku utamanya adalah Krisna,” tegasnya. BWN-01































