Denpasar, baliwakenews.com
KONI Bali untuk pertama kalinya melakukan review terhadap seluruh cabang olahraga (cabor) yang akan berkiprah di ajang Pra-PON mendatang.
Review itu bukan sekadar tukar pendapat, melainkan cabor wajib menyertakan data dan fakta terkait potensi atlet dan peluang prestasinya di Pra-PON sampai ke PON mendatang.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum KONI Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan usai memantau jalannya review cabor itu, Selasa (4/4) di GOR Lila Bhuana. “Jadi review ini sudah berjalan dari beberapa hari lalu. Dalam satu hari, kami panggil beberapa cabor dan mereka menjelaskan bagaimana potensi dan peluang mereka untuk menghadapi Pra-PON mendatang. Kalau yang potensial hanya 10 orang, untuk apa kirim 30 orang. Seperti itu gambarannya,” ujar Oka Darmawan.
Langkah ini dilakukan KONI Bali karena terkendala dengan anggaran dan pembiayaan. Apalagi disamping itu, PR utama KONI Bali adalah bagaimana caranya minimal mempertahankan prestasi 5 besar yang diraih saat PON Papua lalu. Oleh sebab itu, review ini nantinya menjadi dasar dan pedoman KONI Bali. “Jadi tidak bisa kita berasumsi bahwa si A ini akan mendapat emas atau lolos ke PON. Tidak, bukan begitu. Tapi kami ingin lihat track record atlet itu pasca PON atau Porprov Bali XV lalu. Kalau masih konsisten dapat prestasi, pasti itu kami prioritaskan untuk dikirim,” tegas mantan Ketua Umum Pengprov Perbasi Bali ini.
Meski KONI Bali tidak secara penuh memberikan batasan pengiriman atlet itu, namun pengprov cabor diharapkan dan diimbau agar jeli dan penuh perhitungan dalam menentukan atlet prioritasnya untuk menghadapi Pra-PON mendatang. BWN-06


































