Kutsel, baliwakenews.com
Pujawali di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu dilaksanakan Selasa (24/1/2023). Untuk kali ini Pujawali digelar di areal Madya Mandala. Mengingat Uluwatu merupakan juga sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW), pemedek diimbau menyediakan waktu untuk tangkil agar tidak terjebak kemacetan. Imbauan itu disampikan Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta di sela-sela upacara Pujawali. Terlebih belakangan ini di DTW Uluwatu, sudah mulai ramai oleh kunjungan wisatawan.
Selain itu, pihaknya juga kembali mengimbau kepada pemedek yang akan tangkil, agar tidak membawa tempat sarana upacara berupa kantong plastik. “Begitu juga untuk nunas tirta, agar membawa tempat tirta dari rumah masing-masing. Ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik selama prosesi persembahyangan,” sarannya.
Lebih jauh Sumerta menjelaskan, untuk lokasi Pujawali kali ini seperti yang disampaikan sebelumnya, dilaksnakan di kawasan Madya Mandala. Hal ini dikarenakan di areal Utama Mandala, sedang dilakukan perbaikan terhadap Meru Tumpang 3 yang sebelumnya terbakar karena disambar petir.
Selain itu kata dia, dalam pujawali kali ini juga digelar upacara bendu guru piduka. Hal ini sebagai bentuk upacara permohonan atas kesalahan yang mungkin terjadi. Sedangkan untuk yang muput Pujawali ini yakni Ida Pedanda saking Griya Tegal Sari, dan Ida Pedanda saking Griya Lebah Abiansemal. BWN-04

































