Sekelompok Penodong Lakukan Penganiayaan di Pantai Kuta

Iklan Home Page
Mangupura, baliwakenwes.com
Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Bali, I Wayan Weda Sastrawan (21) masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof Ngoerah Denpasar. Pemuda asal Mumbul, Tanjung Benoa, Kuta Selatan itu dianiaya sekelompok penodong di Pantai Kuta, Senin (16/1) malam.
Kapolsek Kuta Kompol Yogie Pramagita mengatakan, peristiwa penganiayaan tersebut, berawal saat korban dan teman wanitanya Ni Nyoman Rai Puspayanti (32) sedang duduk di pantai, sekitar pukul 01.00.
Tiba-tiba korban didatangi oleh kelompok pelaku, salah satunya bernama Dede Mira Asmara (27). Pelaku saat itu membawa botol bir duduk di sebelah korban dan meminta uang. Karena korban tidak memberi, pelaku memaksa menggeledah badan korban hingga terjadi perkelahian.
Dede yang sudah mabuk kemudian memukulkan botol ke kepala korban. Setelah itu datang pelaku lain, Maulia Saptari Pandu, Gigin Ginanjar, Asep Daryanto, Asep Rizky Rudiansyah, Halim dan Martin. Mereka menendang dan memukuli korban secara bertubi-tubi hingga dia tak berdaya. “Korban dipukul menggunakan botol bir sehingga mengalami patah tulang hidung dan luka-luka,” ucapYogie, Minggu (22/1).
Melihat temannya dikeroyok banyak orang, Ni Nyoman Rai Puspayanti kemudian berlari meminta pertolongan masyarakat sekitar. Saat masyarakat datang sebagian pelaku kabur. Namun ada dua pelaku masih memukuli serta menendang korban berkali-kali, tapi setelah itu mereka juga pergi. “Warga lantas membawa korban yang sudah tak berdaya dengan kondisi tersungkur ke pasir dan mengeluarkan darah dari hidung ke rumah sakit,” imbuhnya.
Menerima laporan penganiayaan itu, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Kuta datang ke lokasi kejadian. Polisi lalu menangkap tiga pelaku yakni Maulia Saptari Pandu, Gigin Ginanjar dan Asep Rizky Rudiansyah tak jauh dari lokasi.
Selanjutnya pada Rabu (18/1), dua pelaku lain yakni Dede Mira Asmara dan Asep Daryanto ditangkap di Jalan Tukad Pancoran II No 15, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan. “Dua pelaku lain yakni Halim dan Martin masih diburu. Para pelaku berasal dari Jawa Barat yang hendak bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Bali,” ungkap Yogie.
Selain itu mereka juga baru satu minggu tiba di Bali. Saat menganiaya korban para pelaku dalam keadaan mabuk karena habis minum arak. “Saat ini korban masih menjalani operasi patah tulang hidung di rumah sakit,” tegasnya,” kata Yogie. BWN-01
Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR