Pesta UMKM “Apa Kabar Kita” Ditutup Dengan Maklumat Bersama Masyarakat Sipil

Iklan Home Page
Denpasar, baliwakenews.com
Pesta UMKM “Apa Kabar Kita” yang digelar di Denpasar ditutup dengan maklumat bersama atau komunike masyarakat sipil pada Minggu (20/11) malam. Pesta UMKM “Apa Kabar Kita”Digelar di Istana Taman Jepun, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar selama dua hari, yakni 19-20 November 2022.
Komunike ini juga merupakan sikap bersama penggagas Pesta UMKM “Apa Kabar Kita”. Terdiri dari Walhi Bali, Frontier, Yayasan IDEP,TEMANMU, Yayasan Madani berkelanjutan, Yayasan Huma, Pikul dan debtWATCH Indonesia.
Juru Bicara debtWATCH Indonesia, Arimbi Heraputri mengatakan komunike ini merupakan rumusan bersama kelompok masyarakat sipil dan seniman  yang mengambil bagian dalam apa kabar kita. “Dari obrolan selama acara kemudian melahirkan rumusan komunike sebagai maklumat bersama masyarakat sipil, warga dan seniman yang terlibat,” katanya, Senin (21/11).
Menurut Arimbi, ada tujuh poin komunike yang dihasilkan, yaitu pertama mendorong adanya kemandirian warga negara Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energinya sendiri, tanpa didikte oleh kekuatan luar negeri. Kedua, mendorong negara untuk melindungi dan mendukung inisiatif-inisiatif untuk perlindungan lingkungan hidup, pemenuhan kebutuhan pangan dan energinya sendiri. Ketiga, kepada masyarakat umum agar bersedia membuka ruang dialog antar warga secara berkala. Keempat, mendorong pemerintah menjamin kehadiran ruang dialog, baik yang diinisiasi warga maupun pemerintah agar partisipasi yang luas yang bebas dari tekanan dan intimidasi. Kelima, mengadopsi kearifan tradisional dalam pengelolaan lingkungan. Keenam, agar pemerintah menghormati warga atau rakyat sebagai tuan rumah di tanahnya, serta menjadikan warga sebagai mitra kerja perlindungan lingkungan hidup dan pembangunan. Ketujuh, mendorong adanya pemerintah yang bersih dan akuntabel.
Arimbi mengatakan, lahirnya poin-poin ini tidak lepas dari situasi sosial yang dihadapi masyarakat. Mulai dari tantangan ekonomi global akibat pandemic, ketergantungan pada produk pangan import, ancaman terhadap lingkungan akibat eksploitasi berlebihan, tersingkirnya kearifan lokal sampai terganggunya relasi manusia dengan alam akibat pembangunan infrastruktur yang cenderung destruktif pada alam. “Kondisi kita tidak sedang baik–baik saja, solusinya adalah mandiri, swadaya dan saling bersolidaritas. Apa Yang kita lihat selam pandemic adalah warga punya daya sendiri untuk survive dan beradaptasi dengan kondisi yang ada,” ucapnya.
Sementara itu penggiat lingkungan dari Yayasan Pikul Pantoro Tri Kuswardono mengatakan dari perbincangan pengalaman kondisi warga bisa baik-baik saja atau bahkan lebih baik jika saling peduli, bersolidaritas dan bangun agenda bersama. Saling bantu dengan bahagia. “Dan kita akan terus bahagia dan dilindungi alam Asal kreatifitas tak dilucuti berbagai aturan,” ucap pria yang akrab disapa Tory ini. BWN-01
Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR