Wisata Edukasi, SMP Negeri 3 Kediri Tambah Wawasan Guru Tentang Mangrove

Iklan Home Page
Kuta, baliwakenews.com
Mengisi kegiatan Tengah Semester, guru – guru SMP Negeri 3 Kediri, Kabupaten Tabanan,  melaksanakan kegiatan pengenalan lingkungan dengan mengunjungi Kampoeng Kepiting di Desa Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Bandung. Kampoeng Kepiting merupakan salah satu obyek wisata edukasi, yang dapat memberikan banyak pengetahuan tentang fungsi hutan mangrove.
Kepala SMP Negeri 3 Kediri, Drs. I Wayan Suirtha, M.Pd., mengatakan kegiatan sebagai edukasi dan eksplorasi tempat – tempat wisata yang dapat mengedukasi para guru.  “Karena selama pandemi, pariwisata Bali sangat terpuruk. Sebagai upaya untuk membantu membangkitkan sektor pariwisata dan perekonomian Bali, kami mengeksplor obyek wisata yang memberikan edukasi, ” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan kegiatan sebagai wahana edukasi kepada guru – guru agar mereka lebih mengenal fungsi dan jenis- jenis tanaman mangrove. Dimana fungsi utama mangrove adalah untuk menahan abrasi bahkan dapat menahan tsunami.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan guru- guru mengenai hutan mangrove. Kami juga baru tahu, ternyata mangrove itu banyak jenisnya dan begitu juga banyak manfaat bagi kehidupan, ” ungkapnya.
Setelah mengikuti kegiatan tersebut, kedepannya para guru diharapkan bisa mengimbaskan kepada peserta didik untuk peduli terhadap hutan, khususnya hutan mangrove karena banyak sekali manfaatnya bagi kehidupan manusia.
Sementara Sekertaris Kelompok Nelayan Wanasari, Kadek Agus Diana, memaparkan di kawasan Desa Tuban ada 9 jenis tanaman mangrove utama, belum turunannya. “Untuk pemberdayaan masyarakat khususnya kelompok nelayan, melalui KWT kami melakukan pengolahan terhadap buah mangrove. Buah mangrove ini dapat diolah menjadi berbagai produk seperti sabun, jus, manisan dan lainnya, ” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, dulu sebelum pandemi  setiap bulan hampir 3000 orang berkunjung untuk menikmati wisata edukasi, atau sekedar makan di Kampoeng Kepiting.  Namun saat ini pariwisata baru bangkit pasca pandemi sehingga sebulan paling 200-300 orang yang datang berkunjung.
“Pengunjung biasanya sangat tertarik mengetahui tentang mangrove. Apalagi mereka baru mengetahui kalau mangrove itu bisa diolah. Rasa ingin tahu wisatawan sangat tinggi, karena jarang ada dan jarang orang mengetahui tentang olahan dan apa manfaatnya. Terutama wisatawan asing tingkat keingintahuannya tinggi sekali, ” pungkasnya. *BWN-03
Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR