Badung, baliwakenews.com
Dalam rangka meningkatkan kembali kewaspadaan pedagang daerah wisata terhadap COVID-19, Universitas Warmadewa menjalankan pengabdian masyarakat yang diprakarsai oleh dr. Desak Putu Citra Udiyani, dr. Pande Ayu Naya Kasih P., M.Biomed, dan Anny Eka Pratiwi, SE, MPH. Kegiatan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para pedagang sehingga dapat melakukan pencegahan.
dr. Desak Putu Citra Udiyani, memaparkan berada dalam era new normal, pencegahan COVID-19 tetap harus dijalankan secara konsisten. “Pencegahan harus terus dilakukan terutama di daerah-daerah tujuan wisata yang rentan terjangkit COVID-19. Pencegahan yang utama adalah penetapan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, ranjin mencuci tangan dan tentunya vaksinasi, ” tandasnya.
Hal senada disampaikan dr. Pande Ayu Naya Kasih P., M.Biomed. Dikatakan vaksinasi COVID-19 hingga booster sudah dilakukan dalam rangka mencegah COVID-19. “Namun di masyarakat masih terdapat mitos dan hoaks yang mengakibatkan sebagian masyarakat masih belum melaksanakan vaksinasi booster, termasuk para pedagang dan penjaja rumah makan yang berlokasi di Kawasan wisata kuliner Desa Kedonganan, ” ungkap dr. Pande Ayu.
Untuk meningkatkan pengetahuan para pedagang Tim PKM Unwar melaksanakan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan kepada para pedagang wisata kuliner Desa Kedonganan di aula KUD (Koperasi Unit Desa) Mina Segara Desa Kedonganan.
“Kegiatan diikuti sekitar 18 peserta yang merupakan pedagang yang berjualan di kawasan wisata kuliner Desa Kedonganan. Kegiatan Konsultasi kami awali dengan wawancara terkait pengetahuan pedagang terkait COVID-19, kelengkapan vaksinasi, dan pemeriksaan kesehatan sederhana,” ucapnya.
Peserta yang belum melengkapi vaksinasi hingga booster (3x vaksinasi) kemudian digali penyebab dan permasalahannya secara mendalam. Tidak hanya sesi konsultasi, masyarakat juga diberikan penyuluhan terkait pencegahan COVID-19 dan protokol kesehatan.
Selain itu, Anny Eka Pratiwi, SE, MPH., memberikan pengetahuan kepada peserta dan memperkenalkan transaksi pembayaran non tunai. Transaksi non tunai sebagai model transaksi yang aman dari resiko penularan COVID-19 yang lebih minim.
Tidak hanya aplikasi pembayaran non tunai, peserta juga disosialisasikan mengenai aplikasi peduli lindungi. Sebagian besar peserta ternyata tidak memiliki aplikasi yang dikembangkan pemerintah untuk melakukan pelacakan digital untuk menghentikan penyebaran virus Corona.
Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan yang dilakukan secara daring melalui grup whatsapp. Pendampingan tersebut bertujuan sebagai media penyampaian informasi kesehatan yang valid, tidak hanya terkait COVID-19, namun juga penyakit lain, seperti hipertensi yang banyak dialami pedagang.*BWN-03

































