Naya Kerap Disiksa dan Ditenggelamkan ke Ember Oleh Pacar Ibunya

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Kasus penyiksaan terhadap bocah lima tahun Naya, ditangkap polisi. Kedua pelaku adalah orang dekat korban. Yakni ibu kandungnya dan pacar ibunya, Dwi Novita Murti (33) asal Banyuwangi dan Yohanes Paulus Maniek Putra (40) asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Permana mengatakan, kedua pelaku ditangkap saat sedang bersembunyi di salah satu kos di Jalan Kerta Dalem Sari II No.8, Sidakarya, Denpasar Selatan, Rabu (20/7) sekitar pukul 10.00. “Keduanya merupakan pasangan kekasih yang tinggal bersama di lokasi. Mereka belum menikah (kumpul kebo),” katanya, seraya mengungkapkan keduanya telah diamankan ke Mapolsek Denpasar Selatan.

Menurut Made Teja, setelah diinterogasi aksi penganiayaan terhadap Naya dilakukan Yohanes dan disaksikan oleh Novita. Pria asal Kupang itu memukul perut Naya sebanyak dua kali, menyuruh push up serta lari hingga capek, menarik dan menekuk kaki kanan dilipat ke belakang kepala hingga kaki pahanya patah. Dan menenggelamkan Naya enam kali ke ember besar.

Baca Juga:  Dirut Pertamina Patra Niaga Diduga Oplos Pertalite Jadi Pertamax, Negara Rugi Rp 193 Triliun

Setelah Naya lemas dan kesakitan hingg tidak bisa menangis, bocah malang itu lantas dibawa ke Jalan Bedugul tepat di depan Kios Masage, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan. “Alasan pelaku Yohanes melakukan penganiayaan kepada Naya karena. Naya katanya tidak mau tidur dan jika ditanya tidak mau menjawab,” ucap Made Teja.

Yohanes juga mengaku enam kali menganiaya Naya dengan cara menjambak rambut, memukul menggunakan sisir, menampar wajah, menendang pinggul Naya. “Kami masih memeriksa kedua pelaku. Nanti perkembangannya kami sampaikan lagi,” tegasnya.

Baca Juga:  Kehangatan Diplomasi Kopi Arak, Bali dan Bulgaria Sepakat Perkuat Jembatan Budaya dan Kerja Sama Global

Sebelumnya diberitakan, bocah perempuan usai empat tahun bernama Naya ditemukan terlantar di Jalan Bedugul, Sidakarya, Denpasar Selatan pada Selasa (19/7) pagi. Yang menyedihkan, Naya ditelantarkan dalam kondisi penuh luka dan kakinya patah.

Naya awalnya ditemukan oleh salah seorang warga, Nyoman Bagia di depan Kios Masage, Jalan Bedugul, sekitar pukul 07.15. Saat itu, Naya duduk seorang diri. “Anak itu kesakitan, tapi tidak menangis, mungkin sudah semalaman disana, sampai kencing di celana juga,” kata salah seorang warga.

Selanjutnya Nyoman Bagia membawa Naya ke rumah Prebekel Desa Sidakarya I Wayan Madrayasa. “Saat dibersihkan, banyak luka ditemukan di tubuh Naya. Seperti lecet, memar atau lebam, dan terus melenguh sakit di pinggul serta kakinya. Ketika ditanya mengenai orang tuanya, Naya mengaku sang ayah bernama Tedi dan ibu bernama Novi,” ujarnya.

Baca Juga:  Kanwil DJP Bali Apresiasi Peran Media Dalam Mensosialisasikan Kewajiban Perpajakan

Hanya saja, Naya tidak mengetahui alamat rumahnya. Dan dia sengaja ditelantarkan dan menjadi korban penganiayaan. Bahkan kaki Naya patah akibat penganiayaan. “Prebekel lantas melaporkan kejadian itu ke Dinas Sosial Kota Denpasar dan diteruskan ke Komisi Perlindungan Anak,” ucapanya.

Sekitar pukul 12.00, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar turut datang untuk mengantar Naya ke RS Wangaya. Sehingga anak itu bisa mendapat pemeriksaan dan perawatan terhadap luka-lukanya. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR