Pandemi Covid-19 Limbah Medis Menumpuk, Ancam Kehidupan

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Pandemi Corona Virus Deasis 2019 (Covid-19) yang mulai merebak di Wuhan, China sejak akhir 2019, turut berkontribusi meningkatkan volume limbah medis di seluruh dunia, tak terkecuali di Bali. Kondisi ini dikhawatirkan akan membawa dampak jangka panjang yaitu mengancam kelangsungan hidup di bumi.

Akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (Unwar), Dr. Ir. I Ketut Irianto, M.Si., yang melihat tingginya kebutuhan alat pelindung diri (APB) sekali pakai bagi para tenaga medis menjadi penyebab utama meningkatnya limbah medis. Khawatir dengan dampak kedepan, ia tergerak melakukan penelitian yang berujung pada penemuan aplikasi “Terios Monitoring Sistem”. Temuannya ini berfungsi untuk menguji pengelolaan limbah medis di rumah sakit (RS) dan fasilitas kesehatan lainnya.

Baca Juga:  Sanjungan Teco Cugurra untuk New Rising Star Bali United, I Gede Sunu Jyesta Wibawa

Dikatakan, pemerintah melalui regulasi kesehatan mengarahkan fasilitas kesehatan agar mengelola limbah medisnya dengan metode ramah lingkungan (biologi), bukan dengan metode kimia (chemical).

” Dengan Aplikasi Terios Monitoring Sistem, kita bisa mengetahui limbah medis yang dikelola sebuah rumah sakit secara biologi atau kimia,” papar Irianto, Kamis (11/6) di Kampus Unwar, Denpasar.

Baca Juga:  Ni Luh Sephia Adnyani Putri, S.AP. Wisudawati Lulusan Terbaik Unwar, Aktif Organisasi

Lebih lanjut diterangkan, bila sebuah fasilitas kesehatan tidak mengolah limbahnya secara biologis, maka pihaknya bisa memberi rekomendasi ke pemerintah agar fasilitas kesehatan tersebut diberikan sanksi.

Irianto menawarkan pengelolaan limbah medis menggunakan insinirator atau pembakaran. Output yang dihasilkan berupa abu yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk penyubur tanah. Dengan demikian limbah medis bisa dimanfaatkan untuk kebaikan alam.

Baca Juga:  Di Balik Ledakan Pariwisata, Perumdam Tirta Mangutama Berjuang Amankan Kebutuhan Air di Kutsel

Akademisi asal Klungkung ini menambahkan, setiap unit pada fasilitas kesehatan mesti mengelola sampahnya sendiri, lalu dipilah sebelum proses pembakaran.

Ditegaskan, dampak limbah medis yang dikelola secara chemical bersifat ‘mobile’. “Dampaknya tidak seketika atau langsung dirasakan oleh mahkluk hidup. Tapi pelan-pelan dia mengancam kehidupan,”pungkasnya.*BW-09

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR