Kutsel, baliwakenews.com
Antusiasme peserta lomba ogoh-ogoh mini dan tapel ogoh-ogoh ternyata luar biasa. Karenanya festival dan lomba ini akan digelar lebih besar ke depannya. Hal itu diungkapkan Marketing Communication and Event Division Head Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Andre R Prawiradisastra, di sela-sela final lomba tersebut, Sabtu (2/4).
Andre memaparkan awalnya festival dan lomba ini diperkirakan hanya diikuti peserta dati Ungasan atau wilayah Kuta Selatan. Namun ternyata antusiasme peserta tidak terduga yakni melibatkan peserta dari seluruh Bali. “Setelah melalui beberapa tahapan puncak lomba berlangsung hari ini (Sabtu). Milihat antusias peserta yang luar biasa, kami akan melakukan kegiatan yang lebih besar ke depannya,” ujar Andre sembari menambahkan antusiasme masyarakat ini disebabkan adanya keterlibatan sejumlah maestro ogoh ogoh dalam penilaian.
Diantaranya tiga maestro yang terlibat masing-masing Ida Bagus Nyoman Surya Wigenem, Marmar Herayukti dan Komang Gede Sentana Putra. Sebelum lomba dilaksanakan, para maestro ogoh ogoh ini juga ikut memberikan workshop kepada peserta terkait cara pembuatan atau pembentukan anatomi ogoh ogoh. Terkait bahan yang digunakan, kata Andre untuk kali ini peserta bebas memilih bahan yang diperlukan. “Kalau tahun sebelumnya ada pembatasan terkait bahan, tapi, kali ini sesuai hasil koordinasi dengan sejumlah seniman, akhirnya tidak ada bahan yang dilarang. Jangan sampai nantinya justru menghambat kreativitas yang terlibat,” paparnya sembari menambahkan nantinya karya yang keluar sebagai juara akan dipajang selama setahun ke depan Patung GWK yang bisa dilihat para pengunjung yang datang ke GWK.
Adapun setelah melakukan penilaia dewan juri memutuskan karya ogoh ogoh yang keluar sebagai juara dari 10 kategori. Untuk best of the best diraih I Made Adnyana Putra dengan judul karya Kumbakarna Pejah Amurti Ratu. Sedangkan kategori anatomi terbaik dari Marupa Production dengan judul karya Detya Sura Butha Antaka. Untuk kategori ekspresi terbaik oleh I Gede Hadi Susena dengan judul karya Reratuning Pengiwa Iwa. Selanjutnya kategori konsep dan desain terbaik dari Swecan Widhi dengan judul karya Puputan.
Pada kategori inovasi dan teknologi terbaik oleh pasukan kera dengan judul karya Trineta. Kemudian pada kategori kostum payasan terbaik oleh I Gede Gana Palguna W dengan karya Amuk Dewa Kuwera. Sementara, untuk favorit juri I milik Ces Art Studio dengan tema karya Prabu Watugunung Embas. Kemudian favorit juri II milik I Gede Hadi Susena judul karya Reratuning Pengiwa Iwa. Selanjutnya, favorit juri III milik I Made Adanyana Putra dengan judul karya Kumbakarna Pejah Amurti Ratu. Pada kategori terakhir adalah Favorit Online milik SMP Dwijendra Bualu dengan tema karya Sandikala. BWN-05































