Mangupura, baliwakenews.com
Ratusan seka teruna di Kabupaten Badung, Selasa 1 Maret 2022 melaksanakan swab PCR. Swab ini dilaksanakan sebagai syarat agar bisa melaksanakan pengarakan dengan jumlah maksimal 25 orang. Pelaksanaan swab dilakukan di beberapa lokasi, khususnya tempat-tempat vaksinasi yang dilakukan sebelumnya. Kendati demikian, diharapkan semua hasilnya negatif, agar kreativitas sekaa teruna berjalan dengan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan (Prokes).
Manggala Yowana Badung, I G Prayoga Mardika juga mengakui sesuai kesepakatan Yowana dan Satgas Covid-19 Badung, peserta yang mengarak ogoh-ogoh wajib melakukan swab. Jika tidak melakukan swab tidak diperkenankan melakukan pengarakan. “Kita sudah membuat peraturan atau kesepakatan bersama jadi yang memiliki sertifikat Swab PCR yang boleh melakukan pengarakan ogoh-ogoh,” jelasnya.
Disebutkan, ogoh-ogoh hanya diarak di wewidangan banjar saja. Bahkan gamelan baleganjur yang mengiringi tidak boleh mengikuti ogoh-ogoh dan berada di depan banjar saja. “Ini sudah kesepakatan kita, jadi kalau ada yang melanggar, siapa yang mengusulkan pengarakan itu yang bertanggung jawab kalau terjadi apa.
Ditanya apakah tetap dilakukan pengarakan ogoh-ogoh jika yang jalani swab di bawah 25 orang dari yang ditetapkan pemerintah, Mardika pun mengaku tetap dilakukan. Mengingat yang mengarak ogoh-ogoh harus sudah mengantongi hasil swab. “Kalau 20 orang yang swab, jadi 20 orang yang mengarak, tidak boleh lebih. Jadi tetap ada pengarakan di Badung sesuai kesepakatan kita dulu dengan satgas, kan maksimal 25 orang sesuai dengan SE gubernur,” imbuhnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan dari 584 Seka teruna yang ada di Badung, ada sebanyak 174 seka teruna dan yowana yang akan melakukan pengarakan ogoh-ogoh di Badung. “Total yang akan melakukan pengarakan 174 seka teruna dan yowana yang ada di seluruh kecamatan di Badung,”terangnya
Dikonfirmasi terpisah terkait uji usap covid-19 tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Badung I Wayan Darma selaku koordinator di Satgas Covid-19 Badung tidak menampik hal tersebut. Pihaknya mengaku jika saat ini pelaksanaan swab untuk seka teruna yang melaksanakan pengarakan ogoh-ogoh.“Iya sekarang, swab untuk seka teruna dan Yowana yang akan melaksanakan swab PCR,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, seka teruna yang melaksanakan swab adalah seka teruna yang membuat dan mengarak ogoh-ogoh. Hal itu dilakukan sesuai dengan keputusan bersama dengan satgas covid-19 dan manggala Yowana Badung.“Jadi untuk hasilnya belum, yang jelas jika nanti hasilnya positif dipastikan seka teruna tidak dapat melakukan pengarakan. Jadi tidak diizinkan ikut aktivitas ogoh-ogoh,” jelasnya. BWN-05

































