Kuta, baliwakenews.com
Bali berpotensi terjadi sedang hingga lebat dalam 3 hari ke depan. Bahkan dapat disertai kilat dan petir berdurasi singkat. Peringatan dini cuaca di wilayah Bali tanggal 17-19 Pebruari 2022 ini disampaikan BBMKG Wilayah III Denpasar Menurut Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Putu Agus Dedi Permana, Pada tanggal 17 dan 18 Februari, potensi tersebut diperkirakan melanda seluruh wilayah Bali. Sedangkan pada tanggal 19 Pebruari, kabupaten yang diperkirakan berpotensi terjadi hujan lebat, yaitu Kabupaten Buleleng, Tabanan dan Jembrana.
Agus memaparkan, berdasarkan pengamatan dari citra radar cuaca beberapa hari terakhir memang secara umum wilayah Bali terjadi hujan ringan hingga sedang secara tidak merata. “Saat ini wilayah Bali masih memasuki musim hujan. Berdasarkan prediksi BMKG memang puncak musim hujan di wilayah Bali terjadi di bulan Januari dan Pebruari,” ujarnya sembari menambahkan secara umum curah hujan masih sama dalam pertengahan bulan ini.
Pihaknya memprediksi masih perlu diwaspadai adanya potensi hujan ringan hingga lebat. Bahkan dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat. Hal ini berpotensi di sebagian wilayah Bali. “Ketinggian gelombang juga berpotensi mencapai 2 meter atau lebih di perairan Selatan Bali. Untuk itu kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati teehadap dampak yang ditimbulkan cuaca ekstrim. Seperti banjir genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, serta kilat atau petir,” ujarnya.
Sedangkan untuk nelayan dan wisata bahari perlu mewaspadai potensi gelombang laut yang bisa mencapai 2 meter atau lebih, khususnya di wilayah selatan Bali. “Secara kecenderungan dan berdasarkan model, potensi hujan paling besar berpotensi terjadi pada siang dan sore hari di wilayah Bali. Namun kondisi hujan tersebut bervariatif, ada yang berdurasi panjang dan durasi pendek di suatu wilayah. Hal tersebut tergantung topografi wilayah, dimana wilayah dataran tinggi memang lebih rentan berpotensi terjadinya hujan dibandingkan daerah rendah seperti pantai,” ungkapnya.
Imbauan Bali menjadi salah satu dari 30 propinsi juga dikeluatkan BMKG. Dalam imbauannya menyampaikan agar mewaspadai potensi cuaca ekstrim dalam periode sepekan kedepan ( 17-23 Februari 2022). Berdasarkan dinamika atmosfer terkini, teridentifikasi adanya potensi peningkatan curah hujan sepekan kedepan di beberapa wilayah Indonesia. Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan dinamika atmosfer, seperti aktifnya madden Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada pada fase 3 di sekitar Samudra Hindia. Hal itu menunjukan kontribusi cukup signifikan terhadap pembentukan awan hujan di Wilayah Indonesia. Kondisi itu diperkuat dengan fenomena gelombang atmosfer gelombang kelvin dan Rossby ekuator yang cukup aktif dibeberapa wilayah. Serta adanya pola tekanan rendah yang memicu terbentuknya pumpunan dan belokan angin yang diperkuat juga dengan adanya pengaruh labilitas udara dalam skala lokal. BWN-04
































