Ditulis Oleh : Ida I Dewa A Yayati Wilyadewi,SE,MM,Ak
Menjalankan sebuah start up ibarat berselancar dalam ombak. Hanya dua pilihannya : Surf or Drown. Agar dapat selamat sampai ketujuan perlu pemahaman bahwa persiapan dan pematangan sangat diperlukan agar dapat menguasai medan yang akan dilewati, sehingga bisa meminimalisir hal-hal terburuk yg akan dihadapi. Inkubator Bisnis Universitas Hindu Indonesia (INBIS UNHI) bekerjasam dengan HAWk Academy mengadakan kamp pelatihan “Leadership Camp : Surf or Drown” yang memiliki tujuan melatih capacity para start up agar dapat tetap berselancar ditengah badai ekonomi akibat pandemi saat ini.
Inkubator bisnis merupakan platform yang sangat penting pada pertumbuhan ekonomi saat ini yang bergejolak dihantam oleh Covid-19. Inkubator bisnis membantu para pengusaha untuk mendapatkan bekal yang diperlukan untuk kembali bangkit menghadapi tantangan dalam dunia bisnis dan industri. Peluang seorang pengusaha untuk kembali berbisnis dengan bantuan dari sebuah inkubator bisnis lebih baik dibanding yang tidak, dikarenakan pengusaha tersebut akan menjadi terarah dalam menentukan pilihan yang akan mempengaruhi bisnisnya kelak.

Camp ini diadakan selama 2 hari, dari 15-16 Januari 2022 di Ubud berfokus pada restoring, building dan strengthen capacity building pada peserta start up. Peserta dilatih oleh para Founder dan CEO dari berbagai perusahaan terkemuka seperti DeliCacao, Pradnya Mart, Remora, Jaens Spa dan secara intens memberikan materi serta ilmu sehingga peserta merasa sangat puas dan tercerahkan setelah pelatihan.
Acara ini juga dalam rangka melaksanakan program hibah dana SII / Pra Start Up Kemendikbud 2021/2022~ INBIS UNHI saat ini telah menerima hibah dana sebesar Rp 750.000.000 dengan tiga start up sekaligus dengan tiga bidang berbeda yakni Musea dalam bidang IT, Ayuri dalam bidang Pangan kesehatan dan Triloka dalam bidang kecantikan. Baik dari CEO, COO, CMO dan CFO dari masing-masing start up menerima pelatihan secara padat dan berkualitas, selain itu juga terdapat start up unggulannya yakni Balisynwood yang merupakan penerima hibah dana program SII/ Start Up BRIN 2021 dalam bidang Kriya dan juga Yayasan Kaki Kita Sukasada yang merupakan start up dalam bidang sociopreneur.
Selaku Ketua INBIS UNHI saya berharap dengan dilaksanakan acara ini untuk people development, memperkuat capacity building, dan inovasi para start up INBIS UNHI dalam berbagai aspek terutama leadership mentality sehingga mampu melewati gempuran ekonomi saat ini dan tidak tenggelam dalam arus. Kedepannya INBIS UNHI akan bekerja semaksimal mungkin dalam membantu mewujudkan impian dari para start up dan melebarkan sayapnya dalam menginkubasi para pengusaha lainnya.*BWN-03

































