Ratusan Paket Sembako Dibagikan ke Krama Desa Adat Peminge Bentuk Kepedulian LPD dan Desa Adat Peminge

Iklan Home Page

Badung, Baliwakenews.com
LPD Desa Adat Peminge bersama Prajuru Desa Adat, Minggu (3/5) menyerahkan ratusan paket sembako kepada krama Desa Adat Peminge.
Hal ini sebagai wujud kepedulian LPD dan Desa Adat kepada krama Desa Adat Peminge yang terdampak oleh wabah covid-19.
Sebanyak 612 paket sembako yang diserahkan tersebut diperuntukan bagi krama di dua banjar yaitu Banjar Sawangan 362 paket dan Banjar Peminge 250 paket.
Di sela-sela kegiatan, Ketua LPD Desa Adat Peminge Nyoman Rintag memaparkan anggaran sembako yang dibagikan ke krama berumber dari Kas LPD dengan total nilai sebesar Rp Rp 300.500.000. Dimana anggaran ini digunakan untuk pengadaan paket sembako sebanyak 612 paket yang setiap paket berisikan 25 kg beras, 1 krat telur, 1 dus mie instan, 2 kg gula pasir, 2 liter minyak goreng, dan 400 gram kopi.
Dipaparkannya lebih jauh, masyarakat di Banjar Sawangan maupun Banjar Peminge Desa Adat Peminge ini mayoritas bergerak di bidang jasa sektor pariwisata. Dengan trjadinya covid 19 ini, tentunya mereka sangatlah terdampak.
Hal ini bisa terlihat dari keseharian di LPD Desa Adat Peminge, dimana hampir 80 persen masyarakat tidak menyetor dana mereka. Sedangkan yang terjadi hanyalah pengambilan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
“Karena itulah setelah dilakukan kajian bersama, maka tercetuslah ide untuk meringankan beban krama melalui pemberian sembako ini,” pungkasnya.
Langkah LPD ini disambut positif
Petajuh Desa Adat Peminge I Wayan Suartawan. Pihaknya sangat berterimakasih kepada pihak LPD Desa Adat Peminge, yang telah bersedia untuk turut serta mengambil bagian dalam langkah penyikapan dampak Covid-19 bagi perekonomian krama Peminge.
Desa Adat Peminge sambung dia terdiri dari dua banjar adat, yakni Banjar Sawangan dan Banjar Peminge. Kedua wilayah ini, hampir 99 persen warganya bergerak di sektor pariwisata.
“,Karenanya menyikapi wabah covid 19 ini, semua unsur bergerak melakukan koordinasi dan komunikasi. Mulai dari prajuru desa dan banjar adat, pecalang, Satgas Gotong Royong Pecegahan Covid-19 Desa Adat Peminge, hingga Sabha dan Kertha Desa,” bebernya.
Dimana hasilnya, diputuskan pelaksanaan pemberian sembako sebagai tindakan meringankan beban krama terdampak Covid-19.
“Mudah-mudahan ini adalah bantuan sembako yang pertama dan terakhir untuk masyarakat kaitan dengan Covid-19,” harapnya sembari menambahkan jikapun itu masih dibutuhkan suatu saat nanti, maka pihaknya sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah.
Dia juga menegaskan, dalam pembagian sembako ini tetap dengan penerapan mekanisme mengacu protokol kesehatan yakni social dan physical distancing, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Kami berharap agar wabah Covid-19 ini segera berlalu. Karena selama ini, semua unsur di Desa Adat Peminge telah bersinergi melakukan berbagai upaya pencegahan penyebarannya. Termasuk dengan mengantisipasi obyek-obyek wisata yang ada,” ungkapnya.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat Wayan Muntra mewakili warga menyambut positif dan memberikan apresiasi pemberian paket sembako oleh LPD Desa Adat Peminge kepada segenap krama Desa Adat Peminge melalui Prajuru Desa Adat Peminge tersebut.
Selaku krama pihaknya menilai langkah yang telah diambil oleh LPD bersama pihak desa adat itu merupakan sebuah langkah yang sangat tepat menyikapi kondisi dampak Covid-19 saat ini. Karenanya kepedulian LPD dan Desa Adat ini patutlah diapresiasi oleh masyarakat. Tapi di sisi lain, dia menegaskan tanggung jawab pemerintah juga sepatutnya harus ada.
“Karena warga kami di Peminge, selama ini banyak bekerja di sektor pariwisata. Baik itu sebagai karyawan hotel ataupun transportasi pariwisata. Semoga Pemerintah Kabupaten Badung ataupun Provinsi Bali, ke depan bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya di tengah kondisi saat ini. Jadi mari kita tunggu saja langkah pemerintah akan seperti apa,” ajaknya sembari menambahkan acungan jempol yang diberikannya bukan hanya diberikannya kaitan dengan pemberian sembako saja, tetapi uga berkenaan dengan langkah-langkah berbagai unsur terkait, dalam mencegah merebaknya Covid-19 di wilayah Desa Adat Peminge.
Sebab diketahuinya Apalagi di wewidangan Desa Adat Peminge hingga saat ini tidak ada warga yang dinyatakan positif covid 19. “Pencegahan pandemi ini haruslah dimulai dari diri sendiri. Dengan kata lain, dari masyarakat lokal itu sendiri. Dan masyarakat Desa Adat Peminge, sudahlah melakukan itu,” tegas Tokoh yang juga seorang Notaris ini. BW-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR