Mamaka Jadikan Fun Run sebagai Gerakan Kepedulian Kesehatan Mental, Lebih dari 700 Pelari Padati Kuta

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com


Lebih dari 700 pelari memadati jalanan Kuta dalam Mamaka Fun Run Vol. 3, Minggu (18/10/2026). Tak sekadar mengajak masyarakat hidup aktif, Mamaka Hotels & Resorts memanfaatkan ajang tahunan ini untuk memperluas kepedulian terhadap kesehatan mental melalui kolaborasi dengan Shuffle & Strides.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, Mamaka Fun Run berkembang dari kegiatan lari amal menjadi wadah pertemuan komunitas sekaligus sarana menggerakkan aksi sosial. Tahun ini, perhatian diarahkan pada peningkatan kesadaran kesehatan mental yang dinilai masih membutuhkan ruang edukasi dan percakapan terbuka di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Mamaka ingin menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun hubungan antarmasyarakat sekaligus mendorong kepedulian terhadap orang-orang yang menghadapi persoalan psikologis.

Area General Manager SEA Mamaka Hotels & Resorts, Joel Bartlett, mengatakan Mamaka Fun Run terus berkembang sejak pertama kali digelar pada 2024. Antusiasme masyarakat menjadi modal untuk memperluas manfaat kegiatan, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi komunitas yang lebih luas.

“Bagi kami, komunitas adalah jantung dari Mamaka Fun Run. Tahun lalu, kami melihat lebih dari 700 orang berkumpul di Kuta. Itu menunjukkan apa yang bisa diwujudkan ketika komunitas bergerak bersama untuk mendukung sebuah gagasan,” ujar Joel.

Menurut dia, pemilihan kesehatan mental sebagai fokus penyelenggaraan tahun ini sejalan dengan nilai yang ingin dibangun Mamaka, yakni gerak, koneksi, dan kesejahteraan yang mencakup kesehatan fisik maupun pikiran.

“Memilih kesehatan mental untuk Mamaka Fun Run Vol. 3 merupakan keputusan yang sangat alami. Mamaka berkaitan dengan gerak, koneksi, dan kesejahteraan. Kami percaya kesejahteraan harus mencakup tubuh dan pikiran,” katanya.

Baca Juga:  Bandara Ngurah Rai Raih Predikat Tertinggi Sektor Transportasi Udara

Joel menilai kesehatan mental masih menjadi persoalan yang tidak selalu mudah dibicarakan secara terbuka. Karena itu, Mamaka ingin turut menciptakan ruang yang mendorong masyarakat lebih memahami persoalan tersebut, berani memulai percakapan, serta mengetahui cara memberikan dukungan kepada orang yang membutuhkan.

Salah satu bentuk kontribusi tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program Mental Health Awareness Training (MHAT) atau Pelatihan Kesadaran Kesehatan Mental yang dijalankan bersama Shuffle & Strides.

Dana yang terkumpul melalui Mamaka Fun Run Vol. 3 akan membantu membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti pelatihan MHAT secara gratis selama dua hari. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti ketika para pelari mencapai garis finis, tetapi diharapkan berlanjut melalui pengetahuan yang diterapkan dan dibagikan di lingkungan masing-masing.

Perwakilan Shuffle & Strides, Ira, turut mendukung kolaborasi yang menghubungkan aktivitas fisik dengan edukasi kesehatan mental tersebut. Sebagai organisasi nirlaba, Shuffle & Strides berupaya meningkatkan kesadaran kesehatan mental melalui olahraga, kegiatan berbasis komunitas, edukasi, dan percakapan terbuka.

Pelatihan MHAT dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan praktis dalam mengenali tanda dan gejala persoalan kesehatan mental, berkomunikasi dengan seseorang yang sedang mengalami kesulitan, serta memberikan dukungan awal secara tepat.

Peserta juga memperoleh informasi mengenai sumber daya dan pilihan perawatan kesehatan mental, termasuk memahami kapan seseorang perlu mendapatkan bantuan profesional.

Pelatihan tersebut tidak bertujuan menjadikan peserta sebagai tenaga profesional kesehatan mental. Fokusnya adalah membangun kemampuan dasar masyarakat agar dapat memberikan dukungan awal dan mengarahkan seseorang kepada sumber bantuan yang sesuai.

Baca Juga:  Tahun Baru Tanpa Dentuman, Kuta Pilih Doa dan Ketertiban di Tengah Duka Nasional

Pentingnya edukasi tersebut tercermin dalam data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang mencatat prevalensi depresi nasional sebesar 1,4 persen. Angka tertinggi ditemukan pada kelompok usia 15–24 tahun, yakni 2 persen.

Survei kesehatan mental remaja nasional juga menemukan 5,5 persen remaja Indonesia berusia 10–17 tahun mengalami gangguan mental, termasuk kecemasan, depresi, PTSD, dan ADHD.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat persentase pelajar Indonesia berusia 13–17 tahun yang melaporkan pernah serius mempertimbangkan bunuh diri meningkat dari 5,4 persen pada 2015 menjadi 8,5 persen pada 2023.

Data tersebut memperlihatkan pentingnya memperluas pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental. Kemampuan mengenali perubahan perilaku, memulai percakapan yang suportif, dan mengetahui akses bantuan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang lebih peduli sebelum persoalan berkembang menjadi krisis.

Kepedulian sosial telah menjadi bagian dari perjalanan Mamaka Fun Run sejak edisi pertama. Pada 2024, kegiatan lari amal tersebut menyalurkan dukungan untuk inisiatif pendidikan melalui Bali Children Foundation (BCF).

Komitmen itu berlanjut pada 2025 melalui Mamaka Fun Run Vol. 2 yang diikuti lebih dari 700 pelari. Ajang tersebut menghadirkan kategori 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K), disertai hiburan, Zumba, aktivitas keluarga, serta keterlibatan sejumlah komunitas lari, di antaranya Shuffle & Strides, Indorunners Bali, CCRC, HOTR, dan Gianyar Runners.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Mamaka kembali menghadirkan kategori 5K dan 10K. Lebih dari 700 peserta yang meramaikan jalanan Kuta menunjukkan besarnya daya tarik olahraga berbasis komunitas sekaligus peluang untuk mengajak masyarakat terlibat dalam gerakan sosial.

Peralihan fokus dari pendidikan menuju kesehatan mental tidak mengubah semangat dasar Mamaka Fun Run. Kedua bidang tersebut sama-sama menempatkan pengetahuan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas hidup sebagai bagian dari kontribusi kepada masyarakat.

Baca Juga:  Tradisi “Nyapuh” Masih Dipertahankan di ODTW Alas Pala

Bagi Mamaka, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah peserta maupun pencapaian di lintasan lari. Dampak yang lebih luas diharapkan tercipta ketika semakin banyak masyarakat memahami kesehatan mental dan memiliki keberanian serta pengetahuan untuk mendukung orang-orang di sekitarnya.

Melalui kolaborasi dengan Shuffle & Strides, Mamaka ingin memperluas jangkauan edukasi kesehatan mental di Bali dan Indonesia. Pengetahuan yang diperoleh peserta pelatihan diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga, teman, rekan kerja, dan lingkungan masing-masing sehingga manfaatnya menjangkau lebih banyak orang.

Mamaka Hotels & Resorts merupakan resor bergaya hidup di Pantai Kuta, Bali, yang menawarkan akomodasi, kuliner, hiburan, dan kebugaran. Melalui berbagai inisiatif komunitas, Mamaka berupaya mempertemukan tamu, mitra, dan masyarakat dalam kegiatan yang memberikan dampak positif.

Sementara itu, Shuffle & Strides berfokus pada pengurangan stigma kesehatan mental melalui aktivitas positif, koneksi komunitas, dan edukasi yang mudah diakses. Programnya mencakup lari komunitas, Pelatihan Kesadaran Kesehatan Mental, serta inisiatif untuk memperluas akses terhadap pengetahuan dan bantuan profesional.

Melalui Mamaka Fun Run Vol. 3, Mamaka berharap kebersamaan yang terbangun di jalanan Kuta dapat berkembang menjadi kepedulian sosial yang berkelanjutan. Olahraga mempertemukan masyarakat, sedangkan edukasi kesehatan mental menjadi langkah untuk membangun komunitas yang lebih sehat, baik secara fisik maupun psikologis. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR