Jembrana, baliwakenews.com
Kapal Yunicee yang karam di Perairan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa 29 Juni 2021 malam, diketahui telah berusia 29 tahun. Kapal yang difungsikan untuk transfortasi penyebrangan itu dibuat pada tahun 1992.
Sementara itu hingga Kamis 1 Juli 2021, jumlah penumpang yang belum ditemukan 16 orang. Dan ironisnya 11 orang penumpang gelap atau tak masuk manifes. “Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengetahui penyebab kapal tersebut. Saksi yang diperiksa, seperti Nahkoda kapal bernama Mualim dan tiga orang penumpang,” ujar Direktur Polair Kolporairud Baharkam Mabes Polri Brigjen Pol M.Yassin Kosasih.
Hasil pemeriksaan terhadap nahkoda kapal, Kapal Yunicee berangkat dari Ketapang Selasa 29 Juni 2021 sekitar pukul 17.29 WIB. Kemudian sekitar 500 meter sebelum sampai di Pelabuhan Gilimanuk, kapal dihempas arus kuat hingga menyebabkan kebocoran di lambung kanan. Akibatnya terjadi kemiringan kapal sampai 5 derajat. Kapal akhirnya tenggelam sekitar pukul 19.06 Wita.
Sementara data terakhir jumlah penumpang selamat dalam Kapal Yunicee sebanyak 39 orang. 7 ditemukan meninggal dunia. Dan 16 orang dilaporkan hilang, empat diantaranya masuk manifes dan 11 orang tanpa manifes atau penumpang gelap. BWN-01































