Jimbaran, baliwakenews.com
Rencana penataan Pantai Jimbaran untuk destinasi wisata kembali mencuat ke permukaan. Kali ini wacana tersebut dilontarkan Camat Kutsel, I Ketut Gede Arta dalam Musrenbang Kelurahan Baru-Baru ini.
Bahkan Mantan Sekcam Kuta ini mengharapkan adanya dukungan Bendesa Adat dan Lurah Jimbaran beserta jajarannya agar penataan ini berjalan lancar. Gede Arta memaparkan Jimbaran memiliki wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Badung.
Karenanya Kelurahan Jimbaran memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan. Salah satunya dalam mewujudkan destinasi pariwisata berkelas dunia, yakni Pantai Jimbaran yang Selama ini dikenal dengan kuliner Ikan bakarnya. Dengan bentangan pantai yang cukup panjang sangat memungkinkan ditata menjadi kawasan pariWisata sehingga mendatangkan kunjungan wisatawan tidak hanya di malam hari tetapi juga di siang harinya.
Oleh karenanya Gede Arta mengharapkan semua komponen baik di kelurahan Jimbaran maupun desa adat bisa mendukung rencana penataan Pantai Jimbaran yang sedang direncanakan.
Namun untuk mewujudkan pariwisata berkelas dan menarik Pengunjung tentunya Jimbaran perlu sebuah ikon yang menarik. “Seperti apa yang baru dibangun di Banjar Segara Kuta atau Pantai Sekeh dengan ikon barunya sebuah patung Baruna dan beberapa patung lainnya,” ujarnya mencontohkan.
Bahkan dia sangat optimis jika Pantai Jimbaran ditata akan menjadikan sebuah destinasi yang semakin terkenal. Penataan Pantai Jimbaran sendiri memang sudah cukup lama diwacanakan. Namun karena pandemi covid 19, wacana ini sempat meredup.
Bendesa Adat Kuta AA Made Rai Dirga sebelumnya juga mengusulkan agar segera dilakukan penataan terhadap Pantai Jimbaran. Bahkan dia juga mengusulkan agar dibangun sebuah monumen di kawasan Pantai Jimbaran atau Pantai Muaya. Hal ini didasari pertimbangan kalau tempat ini pernah terjadi peristiwa bom yang dikenal dengan tragedi Bom Bali II. BWN-04

































