Wisata Bahari Siap Sambut Tatanan Era Baru Ini yang Diharapkan ke Pemerintah

Iklan Home Page

Badung, baliwakenews.com

Pembukaan pariwisata dalam tatanan era Bali baru disambut positif pengusaha wisata bahari di Tanjung Benoa. Bukan itu saja, mereka juga sudah siap melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) tatanan era bali baru. Selain itu verifikasi lapangan sudah dilakukan oleh tim Propinsi Bali.
Menurut salah seorang pengusaha Water Sport Tanjung Benoa, Wayan Dharma dalam menuju tatanan kehidupan era Bali baru pihaknya sudah menyiapkan berbagai fasilitas. Utamanya berkaitan dengan protokol kesehatan.

“Kami sudah siap melaksanakan ptotokol kesehatan era Bali baru dan verifikasi sedang berjalan,” ujar Dharma, Senin (10/8). Adapun fasilitas yang sudah disiapkan dalam menyambut tatanana era baru di wisata bahari yakni penempatan hand sanitizer di setiap meja, penerapan jaga jarak, pengecekan suhu serta penyiapan ruang isolasi. Ruang isolasi ini disiapkan kalau ada pengunjung yang panasnya sampai di atas 37 derajat.

Pemilik Bazuka watersport ini memaparkan untuk sertifikat memang belum keluar sebab hingga saat ini proses seleksi dan verifikasi ke bawah masih berjalan. Penerimaan pengujung ke wisata ini juga dibatasi yakni tidak boleh 100 persen. Termasuk juga adanya beberapa penyesuaian terhadap sejumlah wahana permainan. Seperti Wahana banana boat yang dulu isinya 8 kini menjadi 4 dan yanh tadinya 5 isinya menjadi 3. Bahkan untuk Jet ski dan Flaying board sementara tidak dioperasikan dengan alasan pemainnya harus menempel dekat satu sama lain. “Diving juga belum berani kami tawarkan, karena persyaratan protokolnya sangat riskan. Kami memutuskan belum berani menjual diving,” ungkapnya sembari mengungkapkan penerimaan tamu diatur khusus sehingga tidak terjadi penumpukan. Dimana dari pagi sampai siang hanya menerima 50 persen dan sisinya diarahkan ke sore hari.

Baca Juga:  Direksi Beserta Staff Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Untuk menjaga social distancing hingga kini pihaknya belum menyasar wisatawan grup dan baru fokus pada wisatawan lepas atau yang datang berpasangan. “Satu poin jangan berkerumun. Karena hidup berdampingan dengan covid 19. Senjata perang kita ya masker, jaga jarak dan cuci tangan. Mari ikuti aturan pemerintah baik daerah maupun pusat,” tegasnya sembari mengungkapkan sejak pariwisata dibuka memang sudah mulai ada kunjungan namun belum setiap hari. Karena di daerah asal wisatawan juga sulit untuk keluar oleh aturan yang harus diikuti. “Masyarakat yang di daerah wisata mari bergandengan tangan dengan desa adat untuk membuktikan kalau daerah tujuan wisata nyaman dan aman untuk dikunjungi. Imbauan desa adat sangat perlu agar warga membiaskan diri hidup sehat dan bersih. Harapan saya bagaiamana caranya kita bersama agar dunia percaya dengan Bali bahwa Bali masih tetap aman dan nyaman dikunjungi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jaga Keharmonisan, Putu Parwata Harapkan Umat Kristen Berpadu Rayakan Natal Raya Alor se-Bali

Oleh karenanya semua pihak harus mendukung dan berkerjsama dengan desa adat dalam membuat perarem menjaga warga desanya untuk terbiasa menjalankan protokol kesehatan. Sebab di Bali yang paling berperan penting adalah desa adat. “Kalau desa adatnya menyarankan ke warga pasti diikuti. Kalau desa adat sudah kuat dan terbiasa melakukan protokol kesehatan setiap hari wisatan akan merasa aman dan nyaman. Saya sangat optimis para wisatawan akan berkunjung ke bali. Begitu pariwisata internasiobal dibuka wisatawan pasti datang. Karena bali masih menjadi 10 besar destinasi terbaik,” ungkapnya. Namun demikian dia juga berharap
ke pemerintah baik pusat dan daerah agar memberikan bantuan stimulus bagi usaha water sport di pesisir. Sebab untuk membuka usaha kembali tentu perlu modal. Di sinilah Peran pemerintah diharapkannya memberikan penyegaran pengusha di pesisir seperti dengan kredit lunak atau bantuan dana motivasi sangatlah diperlukan. Sebab beberapa bulan peralatan diam tentu memerlukan perawatan sangat tinggi.

Baca Juga:  Adi Arnawa Tinjau Pelaksanaan Vaksin Booster Untuk Pemuka Agama dan Masyarakat Umum

Apalagi warga tanjung benoa hanya mengandalkan dari wisata bahari. Karena di Tanjung Benoa tidak ada industri atau pertanian. “Dulu memang terlihat nenggeliat tapi sekarang kita semua jatuh sama semua mulai dari titik nol,” ujarnya sembari mengaku beruntung karena ada LPD bekrjasama dengan desa adat membantu masyarakat. Pihaknya mengucapkan terimaksih kepada LPD dan desa adat yang telah berjuang membantu ekonomi masyarakat dan meringankan beban warga di tengah pandemi ini. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR