Bualu, baliwakenews.com
Dari serap aspirasi yang dilakukan beberapa kali oleh Wakil Ketua I DPRD Badung, Wayan Suyasa di Desa Adat Bualu, Politisi tiga Periode menjadi anggota Legislatif Kabupaten Badung tersebut memberi bukti, apa yang telah dijanjikan untuk warga Desa Adat Bualu, Kelurahan Benoa  Kecamatan Kuta Selatan. Pada Minggu (6/2), Ketua DPD Partai Golkar ini memberikan bantuan sebesar Rp 35 juta.
Adapun bantuan Rp 35 juta yang digelontorkan tersebut merupakan aspirasi kama di Desa Adat Bualu diantaranya untuk pengadaan seragam Pecalang Rp 15 juta, Panitia pembuatan tari maskot “Padma Kesara” Desa Adat Bualu Rp 10 juta serta panitia Upacara Pemelisan Desa Adat Bualu serangkaian Hari Raya Nyepi Caka 1944  yang dilaksanakan oleh Banjar Pande sebesar Rp 10 juta. Hadir mendampingi Wayan Suyasa yakni  Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali , I Wayan Rawan Atmaja, Anggota Fraksi Golkar DPRD Badung I Nyoman Karyana serta Anggota DPRD Dari Partai Demokrat, I Made Retha.
Wayan Suyasa menyampaikan, kehadirannya di Desa Adat Bualu ini, untuk memenuhi undangan  yang disampaikan kepadanya oleh para prajuru beberapa waktu lalu terkait beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan di Desa Adat Bualu. “Kehadiran kami disini tidak berbicara untuk kepentingan politik meskipun kami orang politik yang duduk sebagai wakil rakyat. Sebagai DPRD Badung kami berwenang menyerap aspirasi masyarakat Badung dari Kecamatan Petang hingga Kecamatan Kuta Selatan,”ujar Suyasa.
Lebih lanjut Politisi asal Desa Penarungan Mengwi ini juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan, serta tidak terkotak-kotak oleh kepentingan politik sesaat. “Persaudaraan, persatuan yang sudah terjaga selama ini jangan sampai rusak oleh kepentingan politik sesaat. Ini yang kami tekankan,”terangnya.
Sebagai bagian pemerintahan Kabupaten Badung, Suyasa memohon maaf karena saat ini pemerintah belum dapat memaksimalkan bantuannya kepada masyarakat, akibat pandemi covid-19 yang menyebabkan pendapatan Kabupaten Badung yang bersumber dari Pariwisata melorot tajam. “Disini, di Nusa Dua bagian dari penyumbang Pendapatan Asli Daerah Badung cukup besar, sebelum pandemi Covid-19 melanda. Karena Kami bagian dari pemerintah Badung tentu kewajiban menyampaikan hal ini. Semoga covid-19 segera berlalu, pariwisata bangkit, ekonomi pulih dan pemerintah dapat kembali membantu masyarakat seperti dahulu,”bebernya.
Secara khusus Suyasa mengatakan, sebagai wakil rakyat tentu harus berani dan berupaya maksimal memfasilitasi maupun memperjuangkan aspirasi masyarakat, meskipun di masa sulit akibat pandemi sekarang ini. “Sebagai bukti kami melaksanakan Swadharma sebagai DPRD Badung meski tidak sempurna.Mohon jangan dilihat nilainya tapi ini merupakan motivasi untuk semangat kebersamaan krama. Kepada Pecalang kami serahkan bantuan Rp 15 juta, panitia tari maskot Desa Adat Bualu, kami juga serahkan Rp 10 juta serta untuk Banjar Pande dalam melaksanakan Upacara Pemelisan kami haturkan bantuan Rp 10 juta,” tegas Wayan Suyasa disambut tepuk tangan krama yang hadir.
Bendesa Adat Bualu, I Wayan Mudita menyampaikan terima kasihnya kepada Wakil Ketua DPRD Badung I Wayan Suyasa yang telah berkenan hadir serta menyerahkan bantuan kepada Desa Adat Bualu. “Kami sampaikan terima kasih Kepada Wakil Ketua DPRD Badung, Bapak I Wayan Suyasa yang sudah hadir  membantu kami dengan menyerahkan bantuan secara pribadi sebagai motivasi untuk membantu meringankan beban kami,”ujarnya.
Hal senada disampaikan pemucuk prawartaka Pemelisan Hari Raya Nyepi Desa Adat Bualu, I Ketut Nesa. Pihaknya mengatakan sangat berterima kasih atas bantuan yang diserahkan Wakil Ketua DPRD Badung. “Memang benar seperti yang sudah disampaikan Bapak Wayan Suyasa, kami mendatangi beliau di kantor Dewan untuk memohon bantuan. Terima kasih Pak Wayan Suyasa yang sudah merealisasikan bantuan ini,”ungkapnya. BWN-05


































