Mangupura, baliwakenews.com
Setelah lama vakum pascapandemi, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai akhirnya kembali menggelar Media Gathering bersama insan pers, Rabu (7/5). Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa Imigrasi Ngurah Rai mulai memperkuat keterbukaan informasi publik di tengah tingginya sorotan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) di Bali.
Bertempat di Aula Kantor Imigrasi Ngurah Rai, kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan media di wilayah kerja Imigrasi Ngurah Rai. Suasana berlangsung hangat sekaligus penuh diskusi terkait berbagai isu keimigrasian yang menjadi perhatian publik.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan menegaskan, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus menjembatani komunikasi antara Imigrasi dan masyarakat.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas keimigrasian, mulai dari pemeriksaan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga pengawasan aktivitas WNA di Bali.
“Kami menyadari bahwa dukungan rekan-rekan media sangat krusial dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Melalui kolaborasi ini kami berharap proses pelaksanaan tugas keimigrasian dapat berjalan lebih optimal, lancar, dan efisien,” ujar Bugie.
Ia juga mengapresiasi hubungan baik yang selama ini terjalin antara Imigrasi Ngurah Rai dan media massa. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi elemen penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan dan pengawasan keimigrasian di Bali.
Media gathering kali ini menjadi momentum spesial karena merupakan kegiatan pertama yang kembali digelar setelah periode pandemi. Selain membangun komunikasi yang lebih terbuka, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyerap berbagai masukan dari media terkait pelayanan hingga pengawasan orang asing.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna. Ia menegaskan bahwa media merupakan mitra strategis dalam membangun transparansi dan mendorong perbaikan kinerja jajaran Imigrasi di Bali.
“Kegiatan ini adalah wadah silaturahmi sekaligus ruang komunikasi untuk membangun keterbukaan antara jajaran Imigrasi Bali dengan rekan-rekan media,” ungkap Sengky.
Menurutnya, hubungan yang harmonis dengan media menjadi salah satu kunci penting dalam mengawal kebijakan keimigrasian, khususnya di Bali yang menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara.
Di tengah tingginya mobilitas internasional dan sorotan publik terhadap keberadaan WNA di Bali, Imigrasi Ngurah Rai disebut terus berupaya menjaga keseimbangan antara pelayanan dan pengawasan.
Selain memastikan pelayanan keimigrasian berjalan prima bagi WNI maupun WNA, pengawasan terhadap aktivitas orang asing juga terus diperkuat guna menjaga ketertiban dan keamanan daerah pariwisata tersebut.
Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan ramah tamah. Dalam forum tersebut, para jurnalis diberi ruang untuk menyampaikan kritik, saran, hingga masukan yang nantinya menjadi bahan evaluasi bagi Imigrasi Ngurah Rai dalam memperkuat pola komunikasi publik ke depan. BWN-04


































