web analytics

Unwar Kolaborasi dengan UNAIR Gelar Summer School, Tuai Pujian dari Gubernur Bali

Denpasar, baliwakenews.com

Universitas Warmadewa (Unwar) berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) menggelar Program Summer School, Senin 13 Juni 2022, di Gedung Gunapriya Dharmapatni Mandapa FKIK Unwar. Kegiatan mendapat pujian dari Gubernur Bali Wayan Koster, karena menurut Koster, kegiatan ini merupakan program yang sangat baik. “Saya mengapresiasi dan sangat mendukung program ini, yang tujuannya untuk mengembangkan suatu perspektif baru dalam rangka menemukan jawaban atas tantangan era pasca Pandemi Covid 19,” ucap Koster.

Rektor Unwar, Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E.Sp. ParK mengatakan, tema yang diangkat pada Summer School kali ini adalah “Interdisipliner Summer School on Sustainable Building and Good Governance After Covid 19 Pandemic”.

Sementara untuk pelaksanaan kali ini Unwar merupakan co host dengan host nya adalah Universitas Airlangga. Prof. Widjana mengatakan ajang ini bisa menjadi pembelajaran bagi Unwar sehingga kedepannya bisa menggelar sendiri, apalagi Bali memiliki modal yang besar untuk menggelar event internasional.

“Sebagai pimpinan di Universitas Warmadewa, saya sangat menyambut baik ajakan dari Universitas Airlangga. Mudah-mudahan kita mendapatkan semacam ilmu atau strategi tentang bagaimana kita mengelola suatu event yang besar seperti ini agar bisa berhasil dan berjalan dengan baik,” harap Rektor seraya membeberkan fasilitator yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari beberapa perguruan tinggi ternama dari luar negeri seperti Master’s University, Cappadocia University, Lausanne University Switzerland, Simon Fraser University dan yang lainnya.

Baca Juga:  Festival Badminton Diharapkan Mampu Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata Bali

Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas Airlangga, Prof. Badri Munir Sukoco, SE.,MBA.,PhD mengatakan, Summer School kali ini merupakan pelaksanaan kali ke tiga, rutin digelar setiap bulan Juni dan Juli. Meski dalam pelaksanaan sebelumnya di gelar secara online namun kali ini digelar secara offline yang diikuti oleh empat negara diluar Negara Indonesia. “Kami berharapan dengan kegiatan ini bisa memberi pemahaman bahwa sebuah Negara yang sedang menjalani recovery pasca pandemi tentu ada banyak inisiatif yang perlu disesuaikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Gencarkan Digitalisasi Aksara Bali, Wali Kota Jaya Negara Buka Bulan Bahasa Bali

Penyesuaian yang dimaksud adalah sebelum adanya pandemi banyak aturan yang sangat strategis dalam memfasilitasi pertumbuhan ekonomi atau kesejahteraan masyarakat, namun setelah pandemi banyak kegiatan masyarakat yang berubah. “Tentu aturan-aturan ini harus beradaptasi dan harapannya nanti para profesor yang berasal dari universitas top dunia tadi bisa memberikan perspektif yang berbeda kepada kita,” harapnya.

Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si menyambut baik Summer School kerjasama antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa dengan Pasca Sarjana Universitas Airlangga serta 7 universitas di Eropa dan Australia. Menurutnya kegiatan ini akan sangat bermanfaat utamanya dari sisi keilmuan yang akan banyak mengupas tentang apa yang harus dilakukan pasca pandemi atau di era Endemi ini.

“Baik dari perspektif ekonomi, hukum, maupun kesehatan, dan ini akan menjadi salah satu referensi kita untuk melakukan hal-hal yang mesti kita siapkan tidak hanya di tataran akademik namun juga di tataran operasional untuk masyarakat kita,” ucap Wisnumurti.

Baca Juga:  Biadab !!! Bayi Mungil Dibuang di Pinggir Jalan

Ia juga menambahkan, Summer School kali ini juga dirangkaikan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertempat di Desa Taro, yakni salah satu desa tradisional di Kabupaten Gianyar. Hadir Deputi SDM, Teknologi, dan Informasi di Kementerian BUMN RI, Tedi Bharata mewakili Menteri BUMN. Tedi mengatakan, Summer School ini merupakan suatu hal yang menarik utamanya program multi disiplin dan lintas negara, yang artinya adalah nantinya dalam program ini akan terjadi diskusi dan kolaborasi yang lebih dalam.

“Nanti yang didiskusikan itu adalah bagaimana masing-masing negara dengan programnya masing-masing berusaha me-recovery dari pandemi Covid- 19. Rekomendasi dari hasil ini diharapkan ada rekomendasi nyata yang bisa diimplementasikan dari diskusi teman-teman yang ikut dalam summer school ini,” kata Tedi. Summer School kali ini dibatasi yakni hanya dapat diikuti 70 orang peserta saja.*BWN-03

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -
%d blogger menyukai ini: