Pecatu, baliwakenews.com
Pelaksanaan Tumpek Uye atau Tumpek Kandang di Desa Pecatu dilaksanakan di areal alas kekeran DTW Kawasan Luar Pura Luhur Uluwatu, Sabtu (27/8). Seusai dilakukan upacara dan persembahyangan tiba-tiba ratusan monyet turun menyerbu dua gebogan buah yang disiapkan Pengelola DTW Uluwatu. Praktis suasana yang tadinya hening mendadak menjadi ramai oleh suara para monyet tersebut. Pemandangan ini justru menjadi atraksi menarik bagi wisatawan yang kebetulan sangat ramai berkunjung ke objek wisata yang sudah mendunia ini. Mereka ramai-ramai mengabadikan momen yang menurut mereka cukup langka tersebut.
Bendesa Adat Pecatu Made Sumerta di sela-sela uapacara tersebut memaparkan, kegiatan Tumpek Uye atau Tumpek Kandang di Pecatu dilaksanakan dengang menghaturkan Upacara ke Ida Betara yang dilaksanakan di areal alas kekeran DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu. Setelah upacara selesai, surudan (berupa gebogan buah) dari Upacara tersebut dipersembahkan kepada ratusan monyet yang ada di sana.
Termasuk juga seekor monyet putih yang ditempatkan secara khusus di sana. Dimana monyet putih ini sebelumnya ditemukan terluka di kawasan Pura Selonding. Keberadaan monyet putih ini justru kini menjadi daya tarik tambahan dan semakin banyak dikunjungi wisatawan. Pelaksanaan Tumpek Uye ini sambung Bendesa yang juga anggoya Dewan Badung ini, sejalan dengan keluarnyaPergub Bali N0 10 tahun 2022 agar dilakukan kegiatan seperti itu. “Upacara ini diikuti oleh pengelola Objek Wisata, Pengemong dan Pengempon serta kami dari prajuru desa adat. Termasuk juga ada wisatawan asal India,” akunya.
Sementara itu Manajer Pengelola DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu, Wayan Wijana mengatakan pelaksanaan Tumpek Uye di kawasan DTW Uluwatu tersebut digelar bersinergi dengan Desat Adat Pecatu. “Ini rutin kami laksananakan setiap 6 bulan sekali sebagai bentuk implementasi dari konsepTri Hita Karana. Yakni hubungan manusia dengan Tuhan, Manusia dengan Manusia serta Hubungan Manusia dengan Alam atau lingkungan,” ujarnya sembari menambahkan seusai upacara dilakukan pemberian makan berupa buah-buahan kepada ratusan monyet yang ada di sana.
Sebab keberadaan monyet tersebut bagi pengelola merupakan aset dan potensi yang terus dikembangkan sebagai daya dukung destinasi tersebut. Dalam kesempatan teraebut Wijana juga mengungkapkan, sebelumnya sejak pandemi kunjungan ke Uluwatu didominasi oleh wisatawan domestik (Wisdom). Namun setelah pariwisata dan penerbangan internasional dibuka kembali kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat dan kembali mendominasi seperti sebelum terjadi wabah covid 19.
Dimama komposisinya yaitu wisman 70 wisman dan Wisdom 30. Namun da juga optomis pada Bulan September hingga Januari nanti kunjungan wisdom juga akan kembali meningkat seiring dengan banyaknya liburan. “Kami juga sedang bersiap untuk menerima kunjungan dari delegasi G20. Karenan DTW Uluwatu menjadi salah satu destinasi yang menjadi pilihan peserta G20 untuk dikunjungi,” ungkapnya.
Untuk saat ini sambung dia, jumlah kunjungan sudah masuk diangka 4000 orang per hari hingga sampai 4500 orang. “Selain antisipasi kunjungan yang meningkat kami juga melakukan persiapan untuk memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah terkait kunjungan delegasi G20,” jelas Wijana. BWN-04

































