Denpasar, baliwakenews.com
Gerakan Universitas Dwijendra yang menyalurkan bantuan kepada Desa Adat Pagan, diapresiasi Jero Bendesa setempat. Aksi ini bahkan diapresiasi dalam konteks sekala dan niskala.
Secara sekala, bantuan ini dapat dinikmati langsung oleh masyarakat dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. Sedangkan secara niskala, langkah ini dinilai sebagai bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Warga Desa Adat Pagan dan Dwijendra dapat menjadi satu keluarga besar dan saling bergotong rotong di dalam beberapa aspek,” ujar Jro Bendesa Pagan, Wayan Subawa Rabu (6/5).
Ini ia sampaikan di sela menerima bantuan yang disalurkan oleh Universitas Dwijendra, yang berlangsung di Pura Dalem Tungkub, Desa Sumerta Kauh, yang disaksikan bersama oleh Kepala Desa Sumerta Kauh.
Saat itu, Jero Bendesa juga berharap Dwijendra dapat melakukan telaah dan kajian tentang pura tersebut. Mengenai permintaan itu, Ketua Yayasan dan Rektor Dwijendra dengan bangga menyanggupi permohonan itu.
Aksi itu ditutup dengan persembahyangan bersama-sama untuk memohon agar pandemic Covid19 ini, segera berakhir dan warga masyarakat termasuk sivitas Dwijendra selalu dalam lindungan Hyang Widi Wasa.
“Jangan dilihat besaran materi yang diserahkan, tetapi ada nilai luhur yang melekat di dalam bantuan tersebut. Kami harap antuan ini dapat bermanfaat bagi warga masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Wirawan.
Gede Sedana menambahkan, aksi ini diupayakan agar konsisten. Dalam waktu dekat, penyerahan bantuan akan dilakukan di Desa Padang Sambian Kaja. “Dalam minggu ini, kami akan terus memberikan bantuan kepada beberapa desa lagi,” sambungnya. BW-06

































