baliwakenews.com – Fenomena menarik terjadi pada banyak orang yang mendapatkan kembali penglihatannya setelah bertahun-tahun hidup dalam kegelapan. Hal pertama yang mereka tinggalkan bukanlah kebiasaan lama atau cara hidup mereka, melainkan tongkat yang selama ini menjadi sahabat setia dalam menuntun langkah.
Perumpamaan ini menggambarkan bagaimana manusia sering kali melepaskan sesuatu yang selama ini membantu mereka begitu mereka merasa tidak lagi membutuhkannya. Hal ini tidak hanya terjadi dalam konteks medis, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan.
Namun, fenomena ini juga menyimpan pelajaran berharga. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang melupakan hal-hal yang pernah berjasa bagi mereka ketika sudah mencapai kesuksesan atau keadaan yang lebih baik. Apakah ini sifat alami manusia atau sekadar refleksi dari euforia sesaat?
Psikolog sosial, Dr. Rina Setiawan, menjelaskan, perilaku ini adalah bagian dari dorongan manusia untuk bergerak maju. “Ketika seseorang mendapatkan sesuatu yang lebih baik, mereka cenderung mengabaikan atau bahkan membuang sesuatu yang dulu mereka andalkan,” katanya.
Kisah ini mengingatkan kita untuk selalu menghargai hal-hal yang pernah membantu kita, baik itu dalam bentuk benda, pengalaman, maupun orang-orang di sekitar kita. Sebab, tanpa tongkat itu, mungkin perjalanan menuju penglihatan baru tidak akan pernah terjadi. BWN-01





























