Mangupura, Baliwakenews.com
Komisi III DPRD Kabupaten Badung menggelar rapat kerja bersama manajemen Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama guna membahas solusi atas kendala distribusi air bersih di wilayah selatan, Senin (6/4).
Ketua Komisi III DPRD Badung, I Made Ponda Wirawan, menyatakan bahwa fokus utama pertemuan ini adalah memastikan kelancaran proyek distribusi air yang melintasi jalur bawah tol guna melayani wilayah Kuta Selatan.
Ponda Wirawan mengungkapkan bahwa salah satu hambatan teknis yang dihadapi PDAM adalah kompleksitas regulasi terkait penanaman pipa di bawah laut sepanjang jalur tol. Tercatat ada hampir 40 perizinan yang harus dipenuhi oleh pihak manajemen.
“Tadi sudah didengarkan bahwa PDAM sudah berbuat semaksimal mungkin. Dari hampir 40 perizinan yang harus dipenuhi, kini tinggal satu langkah lagi,” ujar Ponda Wirawan usai rapat.
Politisi asal Desa Mambal ini juga berharap proses administrasi ini tuntas tahun ini agar pipa tersebut segera terkoneksi dan meningkatkan kenyamanan layanan bagi masyarakat di Kuta Selatan. Selain fokus pada infrastruktur pipa, Komisi III juga menginstruksikan penambahan titik reservoir (bak penampungan air) di wilayah-wilayah dataran tinggi. “Penambahan ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas tekanan air di daerah yang selama ini sulit terjangkau distribusi maksimal,” paparnya.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Ponda Wirawan mendorong adanya sinergi antara PDAM dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim). “Kami mewajibkan penambahan reservoir di daerah atas. Semakin banyak reservoir, semakin bagus penanganan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa optimalisasi lahan Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasum-Fasos) di perumahan-perumahan yang telah diserahkan kepada Pemerintah Daerah dapat menjadi solusi lokasi pembangunan reservoir baru, terutama di kawasan padat penduduk. BWN-05

































