Puluhan Siswa Keracunan Nasi Bungkus di Buleleng Masih Dirawat di RS  

Iklan Home Page

Buleleng, baliwakenews.com

Sebanyak 62 siswa Satu Atap II di SMP Negeri I, Kubutambahan, Buleleng, masih menjalani di sejumlah rumah sakit. Sementara itu, Polsek Kubutambahan, telah memeriksa Kepala Sekolah, siswa dan orang yang memesan nasi bungkus.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, puluhan siswa yang dirawat, 12 orang di rumah sakit Giri Mas, Desa Giri Mas, Kecamatan Sawan. 45 orang dirawat di RSUD Buleleng. Dan 5 orang dirawat di RS Bali Med Singaraja. “Saat ini para pasien menjalani rawat inap dan belum diijinkan pulang,” bebernya, Minggu (5/6).

Baca Juga:  Cakrawayu Buleleng Gelar Bhakti Sosial Serahkan Bantuan Sembako ke Yayasan Destawan

Dilanjutkannya, hasil pemeriksaan petugas, para siswa diduga keracunan dari nasi bungkus yang dipesan Gede Eka Yasa di warung milik Komang Caning di Desa Tambakan, Buleleng. Sementara menu nasi, ayam goreng, ayam goreng kecap, mie hun, telur rebus sambal tomat, tum babi dan sayur kacang panjang. “Kondisi siswa yang keracunan membaik. Petugas masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Buleleng,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, acara pembagian raport dan kenaikan kelas di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satu Atap Desa Tembakan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, membawa petaka. Ratusan siswa keracunan usai menyantap nasi bungkus dan snack yang dibagikan pihak sekolah.

Baca Juga:  Polres Buleleng Gelar Lari 10 K Harapkan Bibit Pelari Muda

Menurut Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (4/5/2022). Awalnya, pihak sekolah membagikan nasi bungkus ke ratusan siswa saat kenaikan kelas dan pembagian raport. “Mereka bersama-sama makan nasi bungkus di sekolah sekitar pukul 12.30 Wita,” bebernya.

Usai menyantap nasi, para siswa pulang ke rumahnya masing-masing. Sesampainya di rumah, para siswa mengalami mual, sakit perut, muntah dan kepala pusing. Bahkan salah satu siswa pingsan. “Mereka diduga keracunan. Dan para siswa dibawa ke rumah sakit,” kata Sumarjaya.

Baca Juga:  Membaca Rekam 100 Tahun Dinamika Batur, Peluncuran dan Bedah Buku “Seabad Relokasi Batur”

Dilanjutkannya, setelah didata, sebanyak 161 siswa mengalami gangguan kesehatan. Para siswa yang keracunan sebagian masih dalam penanganan petugas medis RS Pratama Girimas. Sedangkan sisanya di bawa ke RS Umum, RS Kerta Usada, RS Perama Sidi dan RS Balimed Singaraja. “Kasus ini masih sedang diselidiki Polsek Kubutambahan,” tegasnya. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR