Badung, baliwakenews.com
Salah seorang Tokoh Nusa Dua, Ketut Tama Tenaya mendukung penuh arahan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta agar Pulau Nusa Dharma yang ada kawasan ITDC dikelola Desa Adat. Bukan itu saja Tama bahkan juga mengusulkan agar Pulau Peninsula juga diarahkan ke hal yang sam. “Dulu malah saya mengusulkan agar Pulau Peninsula juga dikelola desa adat,” tegasnya Selasa (18/8).
Anggota DPRD Bali ini menegaskan sangat mendukung dan mendorong apa yang menjadi harapan Bupati Giri Prasta tersebut. Sebab hal tersebut sangat memungkinkan dilakukan. Dengan alasan status kedua pulau tersebut saat ini adalah milik negara dan berlokasi di wewengkon desa adat Bualu. “Jika nantinya kedua pulau tersebut bisa dikelola oleh tiga desa adat yang ada di kelurahan Benoa tentu akan menjadi sumber pendapatan bagi desa adat,” ujarnya.
Karena selama ini desa adat tidak memiliki pendapatan yang tetap, padahal potensi yang bisa dikelola sangat menjanjikan. Untuk mewujudkan arahan Bupati tersebut dia mendorong agar hal ini segera diproses dan ditindaklanjuti. “Jangan sampai hanya menjadi sebuah wacana, ya harus segera ditindaklanjuti,” sarannya sembari mendorong agar Pemkab Badung dan desa adat pro aktif dan segera bergerak untuk memproses wacana tersebut.
Selain itu hal ini juga perlu segera dikordinasikan dengan pihak ITDC untuk memastikan seperti apa pengelolaanya ke depan. Terlebih dalam pengelolaan aset-aset saat ini desa adat sudah memiliki Bupda atau Bumda. Dengan begitu diharapkannya pengelolaanya nanti bisa dilakukan secara profesional. “Jangan sampai setelah diserahkan desa adat yang mengelola malah dilakukan secara asal-asalan. Sedangkan di sana adalah kawasan internasional. Ini juga haria difikirkan dan dikaji secara matang,” sarannya.
Lebih jauh Politisi senior ini menegaskan, kenapa hal ini harus segera dilakukan karena sesuai informasi yang didapatnya kawasan Pulau Nusa Dharma sudah sempat diwacanakan oleh pihak ITDC sebagai kawasan untuk pulau meditasi atau yoga.
“Ini harus disinergikan dan dibicarakan lebih awal sebelum hal itu dilaksanakan untuk menghindari terjadinya tumpang tindih,” harapnya. Dia meyakini jika kedua pulau tersebut dikelola oleh desa adat secara profesional akan menjadi kawasan yang menarik untuk wisata spiritual atau wisata budaya. “Kalau kawasan Pulau Peninsula kan sudah tertata, jadi tinggal mengembangkan untuk kawasan wisata seperti apa. Nah untuk Pulau Nusa Dharma sangat cocok untuk wisata spiritual atau kegiatan budaya,” ujarnya.
Di bagian lain Tama Tenaya berharap dengan dibentuknya Bupda di desa adat nantinya akan lebih proaktif dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada di desa adat sebagai sumber pendapatan menopang pembangunan yang dilakukan di desa adat. “Dulu kan sempat ada wacana mengembangkan hutan mangrove, kalau itu kan kayaknya agak ribet, lebih baik pengelolaan pulau ini yang dimaksimalkan,” tegasnya. BWN-04

































