Mangupura, baliwakenews.com
Dalam upaya menguatkan pelayanan publik sekaligus membangun budaya keselamatan berkendara, PT Jasamarga Bali Tol (JBT), pengelola Jalan Tol Bali Mandara, menggelar Temu Pelanggan 2025 dengan tema “Drive with Care, Connect with Safety”. Acara yang dilangsungkan di Harris Hotel Sunset Road ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari aparat kepolisian, lembaga pemerintah, tokoh masyarakat, hingga akademisi dan komunitas pengguna jalan.
Kegiatan yang diselenggarakan sebagai bentuk transparansi dan evaluasi tahunan ini bukan sekadar seremoni, tetapi forum interaktif yang mampu mendorong dialog dua arah antara pengelola tol dengan pengguna. I Wayan Eka Saputra, Direktur Keuangan PT JBT, dalam pembukaannya menyebut kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk menyerap aspirasi pengguna jalan dan mengidentifikasi tantangan di lapangan.
“Masukan pelanggan adalah energi kami untuk terus memperbaiki layanan. Kami ingin memberikan pengalaman berkendara yang aman, nyaman, dan berkualitas,” ujar Eka.
Acara ini menghadirkan dua narasumber utama yang membedah persoalan keselamatan jalan dari perspektif berbeda. Kepala Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Bali, Ni Putu Utariani, menjelaskan pentingnya kedisiplinan dan budaya tertib berlalu lintas, terutama di infrastruktur vital seperti jalan tol yang kini menjadi jalur utama wisatawan dan logistik di Bali.
Sementara itu, Andika Kusuma Jaya, Kepala Sub Bagian Pelayanan Santunan Jasa Raharja Wilayah Bali, mengulas tata cara pemberian santunan dan peran kolaboratif dalam penanganan insiden kecelakaan di jalan tol. Ia menekankan pentingnya pelaporan cepat dan mekanisme sinkron antar lembaga untuk efisiensi penanganan.
Diskusi kian menarik dengan partisipasi aktif dari pelaku usaha transportasi, anggota komunitas pengguna tol, serta mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Udayana. Mereka mengangkat isu-isu seperti tarif tol, kebocoran informasi, kesiapan petugas terhadap kondisi darurat, hingga layanan rest area yang dinilai masih perlu diperbaiki.
Selain pembahasan mengenai keselamatan, isu kesiapan teknologi tol juga mengemuka, seperti penerapan sistem pembayaran nontunai dan efisiensi deteksi kendaraan.
Dalam kesempatan itu, PT JBT menyampaikan sejumlah rencana lanjutan, termasuk perbaikan fasilitas darurat, penambahan rambu dan penerangan, serta peningkatan pemeliharaan rutin. “Kami juga berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan Ditlantas dan Jasa Raharja, agar layanan yang kami berikan tidak hanya efisien tapi juga humanis,” tambah Eka.
Temu Pelanggan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk mewujudkan ekosistem jalan tol yang aman, tertib, dan nyaman. Di tengah meningkatnya volume kendaraan akibat pertumbuhan pariwisata Bali, dedikasi para pemangku kepentingan menjadi kunci agar Jalan Tol Bali Mandara tetap menjadi jalur strategis dengan standar pelayanan terbaik. BWN-04

































