Klungkung, baliwakenews.com
Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kartini Bali menggelar pengabdian masyarakat di Desa Kusamba, Klungkung, dengan fokus meningkatkan kapasitas kader Posyandu dan PKK untuk perbaikan gizi ibu hamil melalui edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal.
Program yang didanai hibah Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi ini menyasar 25 kader Posyandu dan 25 anggota PKK dengan anggaran sebesar Rp. 42.581.000,-. Mereka dilatih mengolah ikan lokal, khususnya tongkol, menjadi abon bergizi tinggi yang tahan lama dan mudah diterima oleh ibu hamil maupun anak-anak. Adapun dasar pelaksanaannya mengacu pada Nomor Kontrak Induk 125/C3/DT.05.00/PM/2025 tertanggal 28 Mei 2025 dan Nomor Kontrak Turunan 2167/LL8/AL.04/2025 tertanggal 5 Juni 2025

Pelatihan berlangsung 28 Juni hingga 10 Agustus 2025 dengan tiga fokus utama: edukasi gizi seimbang, teknik pengolahan ikan higienis, serta pendampingan wirausaha berbasis pangan lokal. Rangkaian kegiatan meliputi survei lokasi, penyediaan alat-bahan, uji pengetahuan gizi, hingga pemasaran produk melalui e-commerce.
Ketua tim pelaksana, Fitria, menegaskan kader desa menjadi ujung tombak keberhasilan program. “Dengan peningkatan kapasitas kader, informasi gizi dan pola makan sehat dapat langsung menjangkau masyarakat, khususnya ibu hamil dan keluarga,” ujarnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan hibah pendanaan dari DPPM Kementerian Pendidikan, Sains dan Teknologi. Berkat bantuan ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Kusamba,” tambahnya.
Dosen Poltekkes Kartini Bali, Anak Agung Sagung Ratu Putri Saraswati, menambahkan, potensi perikanan Kusamba harus diolah optimal. “Abon ikan bukan hanya memenuhi gizi, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara ekonomi,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh A. A. Santi Dewi, yang melihat program ini sebagai wujud nyata sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat.
“Kami berharap program ini dapat melahirkan gerakan bersama untuk menekan angka stunting. Dengan dukungan semua pihak, Desa Kusamba bisa menjadi contoh bagaimana kearifan lokal diintegrasikan dengan inovasi kesehatan,” katanya.
Melalui program ini, Poltekkes Kartini Bali menegaskan komitmennya mendukung pembangunan kesehatan berbasis kearifan lokal demi terwujudnya generasi Bali yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. BWN-09

































