Kedonganan, baliwakenews.com
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa (Unwar), Sabtu 16 Juli 2022, memberikan pelatihan penanganan Udang Windu segar di KUD Mina Segara Kedonganan, Kabupaten Bandung. PKM yang diketuai Prof. Dr. I Gde Suranaya Pandit, M.P., ini menyasar pasar Kedonganan melihat pasar ini sangat sentral dan banyak sekali dikunjungi oleh wisatawan.
Prof. Pandit mengatakan PKM kali ini untuk membantu masyarakat Kedonganan dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas terutama pasar Kedonganan baik untuk tujuan wisatawan lokal, nasional maupun mancanegara. Sehingga pada kesempatan tersebut diserahkan master plan penataan kawasan pasar agar orang yang datang baik itu wisatawan dan konsumen nyaman, pasar tidak bau dan tidak jorok. Usai penyerahan master plan dilaksanakan pelatihan penanganan Udang Windu segar agar lebih tahan lama, dan memberikan pengetahuan kesehatan kepada para pedagang.
“Kami juga memberi bantuan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, sepatu boat, celemek dan penutup kepala. Ini untuk digunakan saat berjualah sehingga saat pandemi Covid ini para pedagang bisa betul-betul berjualan dengan sehat bisa terhindar dari virus dan mikroorganisme,” ucap Prof. Pandit sembari mengatakan pihaknya juga memberikan bantuan alat penanganan udang.
Pada kesempatan tersebut Prof. Pandit melakukan transfer teknologi agar udang yang dijual para pedagang berkualitas, lebih tahan lama namun tidak dengan pengawet yang berbahaya untuk kesehatan.
“Cara mengawetkan yang dianjurkan pemerintah adalah menurunkan suhu dengan es. Tidak ada cara lain. Perbandingan udang dan es bisa 1:1, bisa 1:2 atau 1:3, ” paparnya, sembari mengatakan kepala dan kulit udang sebaiknya dibersihkan karena mengandung banyak bakteri. Bila hal tersebut dilakukan maka, daya simpan udang akan jauh lebih lama dibandingkan bila udang masih utuh.
“Udang utuh pada hari ke – 5 sudah turun mutunya dan tidak layak dikonsumsi, sedangkan yang dibersihkan kepala dan kulitnya kondisi masih bagus. Tentunya dengan kondisi disimpan dengan pendinginan, ” katanya.
Â

Sementara dr. Pande Ayu Naya Kasih P., M.Biomed, menyampaikan materi terkait penyakit yang banyak diderita masyarakat yaitu hipertensi. “Orang yang kena hipertensi tidak bisa sembuh, harus minum obat seumur hidup, ” ungkapnya.
Kepala Bagian Farmakologi FKIK Universitas Warmadewa ini mengajak masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan mengubah gaya hidup mulai dari mengatur pola makan, hindari stres, hindari alkohol dan rokok, mengatur keseimbangan kerja, istirahat dan rekreasi, serta rajin berolahraga.
Sementara itu Prof. Dr. Drs. I Wayan Wesna Astara, Szh. m. Hum., MH menyampaikan materi terkait aspek hukum dalam pengelolaan TPI Kedonganan Berbasis Ekowisata Pantai. Dikatakan perencanaan pengaturan lokasi yang memberikan manfaat bagi kepentingan rakyat harus dilakukan dengan terencana. “Pantai Kedonganan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ekowisata perikanan yang mensejahterakan dan tidak melanggar hukum,” tukasnya.
Ketua KUD Mina Segara, Drs. Ketut Yutamana Slamet, MSi., menyampaikan rasa terimakasih karena Unwar melalui pengabdian masyarakat mau melatih SDM di Desa Kedonganan. “Masalah kita di petani dan nelayan adalah masalah sumber daya manusia, sehingga sangat membutuhkan transfer ilmu dan teknologi. Melalui PKM ini para nelayan dan pedagang bisa meningkatkan mutu, kualitas ikan dan cara pemasaran. Sehingga tidak kalah dengan daerah lain, apalagi kawasan Kedonganan memiliki potensi kawasan internasional, sehingga kami di KUD memiliki prakarsa untuk membangun pengetahuan mereka agar bisa mengembangkan potensi yang ada, ” tuturnya.
Karena itu pihaknya sangat welcome terhadap Perguruan tinggi yang mau melakukan pengabdian dan transfer teknologi kepada para nelayan dan pedagang ikan. Karena percepatan pertumbuhan ekonomi disertai dengan pengetahuan yang memadai.
“Bagaimanapun kita punya tanggung jawab moral, kita yang punya tugas dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat luas, komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi, komitmen terhadap pembangunan SDM, ” tandasnya sembari mengingatkan para pedagang jangan sampai punya ikan kwalitas tidak bagus, pemasaran tidak jujur
Untuk itu sumber daya manusia perlu ditingkatkan sehingga pemahaman mereka tentang kualitas dan pemasaran meningkat. “Dengan demikian mereka lebih siap bersaing dan kompetitif, ” pungkasnya. *BWN-03





























