Marga, baliwakenews.com
Mendukung pengembangan budidaya ikan air tawar yang berkelanjutan, tim dosen dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Pemanfaatan Dedak Padi Terfermentasi sebagai Tambahan dalam Pembuatan Pelet untuk Meningkatkan Produksi dan Kualitas Ikan Nila (Oreochromis niloticus)”. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Ikan Mina Ayu yang berlokasi di Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan pada Selasa 1 Juli 2025.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. I Gusti Ayu Dewi Seri Rejeki, M.Si selaku ketua tim, dengan anggota tim Gede Agus Surya Pratama, S.St.Pi, MP dan Dr. Dra. Sang Ayu Made Putri Suryani, M.Si. Pada kesempatan tersebut Ketua Kelompok Ikan Mina Ayu, Nyoman Wirka, turut hadir dan mendukung penuh kegiatan yang diikuti oleh 10 orang peserta dari anggota kelompok.
“Permalahan yang dihadapi mitra yaitu komponen biaya produksi yang tinggi yaitu sekitar 35-70% dari biaya operasional. Hal inilah yang menyebabkan penggunaan pakan dalam budidaya perlu diefisienkan untuk dapat mengoptimalkan hasil produksi,” ungkap Gusti Ayu Dewi Seri Rejeki.
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengefisienkan penggunaan pakan dalam budidaya ikan adalah dengan memanfaatkan dedak padi sebagai pakan alternatif. Bahan makanan ini merupakan sumber bahan karbohidrat dan protein yang murah dan mudah didapat.
Bahan baku sumber protein pada pakan seperti tepung ikan dan tepung kedelai, harga yang semakin tinggi di pasaran dan ketersediaannya juga semakin berkurang di alam dan ditambah lagi, sebagian besar pelaku budidaya masih bergantung pada bahan baku impor sekitar 70% .
“Selain itu Mitran juga belum mengetahui cara pembuatan pellet untuk pakan ikan yang ditambahkan limbah pertanian yaitu dedak padi,” ujarnya.
Dalam pegabdian ini Mitra juga mendapatkan bantuan peralatan dan bahan pembuatan pakan serta dapat berkerja sama dengan mitra lainnya untuk menyalurkan hasil benih ikan yang berkualitas.
Dalam pelatihan yang berlangsung pada 1 Juni 2025 ini, para peserta dikenalkan pada teknik fermentasi dedak padi sebagai bahan tambahan pelet. Fermentasi dilakukan untuk meningkatkan nilai gizi dan daya cerna dedak, yang selama ini hanya digunakan secara terbatas dalam pakan. Melalui proses ini, dedak padi dapat menjadi sumber protein dan serat yang lebih efisien bagi ikan Nila.
I Gusti Ayu Dewi Seri Rejeki memaparkan penggunaan dedak padi sebagai sumber karbohidrat dan protein dalam pakan ikan tidak dapat dilakukan secara maksimal karena mengandung serat yang cukup tinggi sehingga dapat mengikat mineral-mineral yang dibutuhkan oleh ikan. “Teknologi fermentasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk peningkatan pemanfaatan karbohidrat sebagai sumber energi pada ikan,” katanya.
Peserta diberikan pemahaman teoritis serta dilibatkan langsung dalam proses pembuatan pelet ikan yang mencakup pencampuran bahan, pencetakan, dan pengeringan. Selain itu, dijelaskan pula manfaat pelet berbasis dedak fermentasi terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kualitas daging ikan Nila.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para petani ikan, yang menyampaikan bahwa inovasi ini sangat membantu dalam menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen. Diharapkan, teknologi ini dapat terus dikembangkan dan diadopsi secara luas oleh kelompok pembudidaya ikan di wilayah Tabanan dan sekitarnya.
“Dengan pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan berbasis perikanan serta pemberdayaan masyarakat di sektor budidaya ikan air tawar,” pungkas Gusti Ayu Dewi Seri Rejeki.
“Informasi selengkapnya dapat dilihat pada website www.warmadewa.ac.id”. BWN-03

































