Denpasar, baliwakenews.com
Peningkatan jumlah lansia dan risiko penurunan kualitas hidup membuat tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar) tertarik melakukan program lansia di Banjar Tatasan Kaja, Banjar Tonja, Denpasar. Ketua tim PKM, dr. Ni Wayan Diana Ekayani, MHPE., ditemui di kampus Unwar, Sabtu 1 April 2023, mengatakan Lansia (lanjut usia diatas 60 tahun) mengalami proses penuaan akibat penurunan fungsi sel dan jaringan.
Lebih lanjut dipaparkan, beberapa penyakit degeneratif dapat terjadi pada lansia seperti diabetes mellitus, penyakit radang sendi, stroke, penyakit jantung, osteoporosis, hipertensi, dan penyakit lainnya. Penyakit degeneratif ini akan menurunkan kualitas hidup lansia.
Persentase lansia di Indonesia juga semakin meningkat. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2020 persentase lansia di Bali mencapai 12,47%. Persentase ini menunjukkan semakin banyak lansia yang memerlukan perhatian khusus agar dapat mengalami penuaan yang sehat (healthy ageing).
“Pelatihan kader lansia akan membantu skrining kesehatan sehingga lansia yang sakit mendapatkan penanganan yang lebih cepat, ” ucap dr. Ekayani sembari mengatakan kegiatan PKM telah dilaksanakan pada 19 Februari 2023.
Kegiatan PKM diawali dengan pelatihan 5 orang kader lansia dalam melakukan skrining kesehatan rutin seperti pemeriksaan berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah menggunakan tensimeter digital. Kader juga diinformasikan mengenai rentang nilai normal pemeriksaan tersebut.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan penyakit degeneratif dan tips meningkatkan aktivitas lansia yang diberikan oleh dr. Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini, M.Si. (dosen FKIK Unwar). Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan skrining 44 orang lansia oleh tim PKM dan kader lansia.
Kegiatan ini diterima baik oleh Kepala Lingkungan Banjar Tatasan Kaja, I Wayan Edi Wijaya, SH., dan Ketua Kader Lansia, Ni Nyoman Rikin Ariani.
“Kegiatan seperti ini mudah-mudahan dapat dilaksanakan secara berkala, sehingga kader lebih terlatih dan kesehatan lansia juga tetap terjaga. Terlebih lagi lansia di Banjar Tatasan Kaja memang rutin mengadakan kegiatan tiap minggu,” ungkap Wayan Edi.
Bantuan berupa alat-alat kesehatan juga diberikan kepada kader lansia untuk pengecekan kesehatan rutin.
“PKM ini berjalan dengan baik yang dapat dilihat dari antusiasme peserta dalam berdiskusi dan mengikuti skrining kesehatan. Capaian PKM juga terpenuhi. Seluruh kader sudah mengikuti pelatihan pemeriksaan kesehatan (100%). Selain itu, seluruh lansia (100%) juga mengalami peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan, ” ungkapnya.
Setelah pelatihan kader, penyuluhan, dan skrining penyakit degeneratif selesai, tim PKM melakukan pendampingan secara berkala untuk mengevaluasi keberlanjutan skrining penyakit degeneratif dan monitoring kegiatan yang dilakukan lansia. *BWN-03


































