PKK Kelurahan Benoa Berdaya Lewat Pelatihan Daur Ulang Kertas Bekas Jadi Bokor Bernilai Ekonomi

Iklan Home Page

Benoa, baliwakenews.com

Semangat pemberdayaan perempuan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali digaungkan melalui pelatihan bertajuk “Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Produk Baru yang Memiliki Nilai Guna Ekonomi” yang digelar di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Lurah Benoa, Jumat (25/7). Kegiatan ini diinisiasi oleh dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa, yakni Ni Kd Sioaji Yamawati, I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi, dan I Gde Agung Wira Pertama.

Pelatihan yang menyasar 20 orang ibu-ibu anggota PKK Kelurahan Benoa ini berfokus pada upaya mengubah limbah rumah tangga, khususnya kertas bekas, menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual. Salah satu produk unggulan yang berhasil dibuat dalam pelatihan ini adalah bokor dari kertas bekas, kerajinan tangan tradisional Bali yang umumnya digunakan dalam upacara adat.

Baca Juga:  Wabup Suiasa, Kembali Bagikan Punia Untuk Pemangku dan Srati Banten di Lima Desa Adat di Kuta

Sebelum pelatihan, sebagian besar peserta belum mengetahui bahwa kertas bekas dapat diolah kembali menjadi barang bernilai ekonomi. Namun hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman mereka. Dari hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan rata-rata sebesar 65% dalam penguasaan materi daur ulang dan pemanfaatan limbah.Sesi praktik menjadi puncak antusiasme pelatihan.

Peserta diajak langsung mengolah limbah kertas bekas yang mereka kumpulkan dari rumah masing-masing. Dengan teknik melipat, mengelem, dan membentuk, para ibu berhasil membuat minimal dua jenis produk, termasuk bokor, pot bunga mini, dan hiasan meja.Tim fasilitator juga menyampaikan pentingnya kreativitas dalam pemilahan sampah, teknik pengeringan, dan pewarnaan alami agar produk yang dihasilkan semakin menarik dan ramah lingkungan.

Tak hanya keterampilan teknis, pelatihan ini juga membekali peserta dengan strategi pemasaran sederhana melalui media sosial, pemanfaatan platform jual beli daring, serta pengemasan produk yang menarik. Langkah ini diambil untuk membantu peserta menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat potensi kewirausahaan berbasis rumah tangga.“Kami ingin ibu-ibu tidak hanya bisa membuat, tapi juga menjual dan mengelola produk daur ulang secara berkelanjutan. Digitalisasi adalah kunci perluasan pasar saat ini,” terang I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi.

Baca Juga:  BMKG: Bali Berawan, Berpotensi Hujan dan Angin Kencang Hingga Tiga Hari ke Depan

Sebagai hasil konkret dari pelatihan, peserta sepakat membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang akan dikelola secara bergilir oleh anggota PKK. KUBE ini akan fokus pada produksi dan pemasaran kerajinan dari limbah kertas, termasuk bokor, yang dinilai memiliki potensi pasar kuat di wilayah wisata maupun upacara adat Bali. Langkah ini disambut positif oleh perangkat kelurahan, yang berkomitmen memberikan dukungan keberlanjutan program, baik dalam bentuk pendampingan maupun fasilitasi promosi produk lokal.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Buka Voli Porba Cup III Canggu

Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga menjadi wujud sinergi antara akademisi, pemerintah lokal, dan masyarakat dalam menciptakan solusi kreatif atas permasalahan sampah rumah tangga. Dengan memadukan kearifan lokal, lingkungan hidup, dan kewirausahaan perempuan, kegiatan ini diharapkan menjadi model pembinaan masyarakat yang berkelanjutan.“Ini bukan akhir dari pelatihan, tapi awal dari gerakan kecil yang bisa berdampak besar jika dikelola secara konsisten,” tutup Ni Kd Sioaji Yamawati. BWN-09

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR