Petani Milenial Dilatih Produksi Es Krim dan Sirup Jagung Manis

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Pandemi Covid-19 yang mewabah saat ini memang membuat sebagian besar kalangan memutar haluan. Tidak sedikit masyarakat yang memilih untuk menekuni bidang pertanian. Lantaran kian diminati serta

Dinas Pertanian Kota Denpasar bersama Universitas Warmadewa dan Agro Learning Center turut memberikan pelatihan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian, sebagai upaya meningkatkan nilai jual produk pasca panen. Kegiatan yang menyasar Petani Milenial Denpasar ini dibuka langsung Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra di Kawasan Agro Learning Center, Desa Peguyangan Kangin, Rabu (21/10).

Baca Juga:  Bagaimana Penjor Yadnya yang Sederhana Sarat Makna? Begini Penjelasan Jro Satria

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra menjelaskan bahwa potensi pertanian di Kota Denpasar, khususnya komoditi jagung manis memang memiliki daya tarik tersendiri di masyarakat. Sehingga, tak heran jika Jagung Manis sangat mudah dijumpai di Kota Denpasar.

Melimpahnya suplay Jagung Manis di Kota Denpasar membuat Dinas Pertanian terus merancang inovasi guna meningkatkan nilai dan daya beli produk Jagung Manis pasca panen. Karenya dilaksanakan pelatihan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian. Adapun inovasi yang dipilih yakni pelatihan pembuatan es krim Jagung Manis dan sirup jagung. Kegiatan yang digelar selama 3 hari ini diikuti oleh sedikitnya 15 peserta dari kalangan petani milenial Denpasar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga:  Lepas 672 Jemaah Haji Asal Bali Berangkat Ke Tanah Suci, Wagub Giri Prasta Berpesan untuk Tetap Kompak dan Pulang Sehat

Selain itu kata Ambara bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan ekonomi setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19, terutama ditujukan untuk generasi muda yang terkena dampak pandemic Covid-19.

“Kami harap selain meningkatkan nilai tambah produk, para generasi milenial ini mampu menciptakan pasar baru bagi produk ini di Kota Denpasar, sehingga bisa membantu membangkitkan perkekonomian,” terangnya.

Baca Juga:  Bali Siaga Cuaca Ekstrem, Bibit Siklon 90S Picu Angin 68 Km/Jam

Sementara Ketua Program Studi Magister Sains Pertanian Universitas Warmadewa, Dr. Dra. A.A. Rai Sita Laksmi, M.Si, mengatakan bahwa topik pelatihan sengaja dipilih inovasi pembuatan es krim Jagung Manis dan sirup Jagung Manis. Hal ini mengingat Kota Denpasar sebagai salah satu sentra produksi jagung manis.

“Melalui petani generasi milenial ini, saya berharap mampu menjadi pionir membangkitkan ekonomi melalui pengolahan hasil pertanian,” pungkas Sita Laksmi .*BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR