Mangupura, baliwakenews.com
Sebuah kios pertamini di bilangan Jalan Alas Arum Desa Kutuh, Kuta Selatan (Kutsel) ditemukan menjual BBM bercampur air. Hal ini ditemukan saat jajaran pemerintahan Desa menggelar sidak menindaklanjuti keluhan masyarakat. Perbekel Desa Kutuh, Wayan Mudana yang memimpin sidak tersebut langsung mengambil tindakan tegas dengan menutup sebuah kios Pertamini terssebut.
Menurut Mudana dihubungi Rabu (22/1/2024), peristiwa ini berawal dari adanya warga yang melapor ke Desa karena memdapatkan BBM berisi air. “Ada sembilan yang kami sidak. Dari hasil sidak, hanya satu yang bermasalah dan sudah kami tutup per hari Selasa (22/1),” tegasnya.
Mudana juga menegaskan, pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap kios Pertamini yang ada di Desa Kutuh. Bahkan dia menegaskan, kios yang ditutup tidak akan diizinkan beroperasi kembali sebelum mendapatkan izin dari pihaknya di pemerintahan Desa Kutuh. Sidak yang terbukti efektif ini akan ditingkatkan intensitasnya ke depannya.
“Tidak hanya seminggu sekali, kami akan lakukan selang dalam beberapa hari,” imbuhnya sembari menambahkan, kalau pedagang tersebut beralasan karena kemungkinan terjadi akibat hujan, sehingga air masuk ke dalam tanki.
Dia menlai aasan .tersebut tidak masuk ajak
masuk akal. Sebab tangki penyimpanan BBM di Pertamini ini sudah ditutup rapat, sehingga sulit kemungkinannyq ada air yang masuk. Karena pihaknya menemukan bukti dengan jelas adanya campuran air di dalam BBM, maka tanpa menunggu waktu lagi, langsung diambil tindakan tegas dengan menutup kios tersebut.
“Ke depan, kami di Pemerintah Desa Kutuh berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan ketat terhadap usaha kios Pertamini di wilayah kami. Dan setiap usaha di Desa Kutuh wajib melaporkan keberadaannya kepada pemerintah desa,” tegasnya
Hal ini untuk mengantisipasi jika ada permasalahan di kemudian hari dan desa juga mengetahui usaha yang mereka lakukan. Mudana juga berharap kepada pihak berwenang agar bisa mendalami dan menindaklanjuti motif di balik kejadian ini. Bukan hanya di tingkat desa tetapi juga pada sumber distribusinya. BWM-04


































