Mangupura, baliwakenews.com
Perbekel Kutuh, Wayan Mudana memgapresiasi, tim gabungan antara Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) bersama instansi terkiat di Kutsel yang turun bersama merapikan kabel semrawut di Simpang Nirma, Ungasan.
Hanya saja dia berharap gebrakan ini tidak hanya dilakukan seminggu sekali dan di satu titik saja secara beramai-ramai. “Jangan hanya seminggu sekali. Kalau bisa pengawasan malah harus setiap hari dilakukan,” tegasnya Minggu (2/3/2025).
Dia juga mengkritik penertiban atau perapian kabel yang dilakukan di satu titik secara beramai-ramai. Padahal kalau tim gabungan dibagi-bagi dan tersebar akan banyak kawasan yang bisa dijangkau. “Biar tidak malah kesannya pencitraan saja,”.sodoknya.
Pihaknya di Desa Kutuh malah sudah lebih dulu menindak kabel semrawut ini. Sedangkan di tingkat kecamatan baru kali ini. “Inipun atas dorongan kami biar segera dilakukan,” tambahnya.
Dia berharap agar perapian dan pengawasan kabel semrawut ini dilakukan setiap hari secara berkelanjutan mengacu pada luasnya kawasan Kuta Selatan. “Selain itu yang tidak kalah penting, adalah pencegahan agar tidak lagi terjadi kabel semrawut dan tiang provider yang menumpuk,” tegasnya.
Selain itu, dia mengusulkan kepada instansi terkait agar melakukan kajian terhadap kuota untuk provider di wilayah Kuta Selatan. “Jika sudah sesuai kuota yang ditentukan berdasarkan kajian, agar ditindaklanjuti dengan pembatasan ijin provider baru. Jika langkah ini tidak dilakukan, diyakininya masalah kabel semrawut dan tiang beranak pinak akan terus bermunculan dan tidak pernah tuntas,” paparnya.
Karena kondisi ini akan berdampak terhadap keselamatan warga dan estetika Kuta Selatan sebagai kawasan pariwisata interbasional akan ternoda. “Harus ada komitmen bersama untuk ini. Memang idealnya sih utilitas di bawah tanah. Namun sambil menunggu itu, langkah prmbatasan kuota provider ini harus dilakukan,” saran Mudana BWN-04

































