web analytics

Pengakuan Sopir Bus Maut: Saya Hanya Berusaha Selamatkan Penumpang dan Pengendara Lain

Tabanan, baliwakenews.com

Sopir bus maut, Agus Suprianto (38) terlihat lesu saat digelandang dari ruang tahanan Polres Tabanan, Senin (20/6) siang. Agus ditahan setelah polisi menetapkannya sebagai tersangka dalam tabrakan maut di jalan jurusan Denpasar-Singaraja, tepatnya di Banjar Pacung, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

“Saya berupaya menyelamatkan penumpang dan menimbulkan korban jiwa saat itu. Kalau saya banting kiri pasti akan menghantam tebing dan rumah warga. Jika saya banting kanan, banyak ada kendaraan dan saat itu sangat ramai, pasti banyak akan menjadi korban. Saya terpaksa melaju lurus di tengah rem tak berfungsi,” kata Agus dengan nada terbata-bata.

Agus mengaku, setibanya di jalan turunan di utara pabrik es di lokasi, tiba-tiba rem bus yang dikemudikannya tak berfungsi. Meski ketakutan dia mengatakan tetap berusaha tenang. Mobil melaju zig-zag untuk mengurangi kecepatan. “Saya sempat menghantam mobil Terios dan Suzuki AVP, namun bus tetap melaju. Hingga saya melihat ada celah di halaman rumah makan (Antaboga) saya arahkan bus ke sana hingg menghantam bale bengong dan berhenti tepat di bibir jurang,” imbuhnya.

Baca Juga:  Sales Makanan Kepergok Gasak Rokok di Warung

Menurut Agus, saat kejadian dia sengaja mengambil jalur tengah untuk menghindari banyak korban. Namun di sepanjang Jalan Raya Banjar Pacung, terjadi kemacetan karena kendaraan banyak yang diparkir di sisi kiri dan kanan jalan. “Saya hanya berupaya tenang dan berfikir menyelamatkan penumpang dan pengendara lain. Saat itu laju bus saya kira-kira 30 kilo meter per jam,” bebernya dengan nada ragu-ragu.

Sementara ditanya terkait banyaknya kendaraan warga Banjar Pacung yang parkir sembarangan di sisi kanan dan kiri jalan, Kasat Lantas Polres Badung AKP Kanisius Franata mengatakan, jika masalah itu telah ditangani oleh Polsek Baturiti. “Pihak polsek telah berkoordinasi dengan warga setempat agar tidak memarkir kendaraan di pinggir jalan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Aparat Ditlantas Polda Bali dan Satlantas Polres Tabanan menggelar rekonstruksi kasus kecelakaan bus pariwisata yang menghantam belasan mobil dan motor di Jalan Raya Denpasar-Singaraja tepatnya di Banjar Pacung, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Minggu (19/6). Rekonstruksi tersebut dimulai siang hingga sore usai petugas polantas menderek bodi bus yang terperosok ke jurang di bawah Rumah Makan Anantaboga.

Baca Juga:  AWK Dianiaya dan Dihina di Kantor DPD Bali

Salah seorang anggota Polantas Polres Tabanan yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, rekonstruksi dilakukan oleh Ditlantas Polda Bali untuk mengukur jarak turunan atau kemiringan jalan di lokasi kejadian. “Sopir bus bernomor polisi B 7134 WGA bernama Agus Suprianto (38) masih diperiksa di Polres Tabanan dan tidak dibawa ke lokasi kejadian. Rekonstruksi juga untuk mengetahui lokasi awal bus mengalami rem blong,” bebernya.

Dilanjutkannya, bus diperkirakan mengalami rem blong setelah melintas di jalan turunan di selatan Pura Puncak Kembar di Banjar Pacung atau beberapa meter di utara pabrik es di utara pemukiman warga. “Sebab dari lokasi itu bus melaju zig-zag. Rem kaki dan tangan bus sudah keras membantu. Pengemudi juga tidak bisa memindahkan perseneling ke gigi satu karena rontok kembali ke posisi netral akibat tekanan bus yang melaju kencang di jalan turunan,” beber petugas tersebut.

Baca Juga:  Ini yang Dilakukan PBSI Bali Jika Batas Usia PON 2024 Berubah

Sementara, bus yang terperosok ke jurang baru bisa dievakuasi pada Minggu pagi setelah ditarik dengan dua unit mobil derek. Sementara tujuh unit mobil dan motor yang rusak parah akibat diseruduk bus, diletakan sementara di halaman pabrik es. “Jenis mobil yang ringsek, Toyota Avanza, Alya, dua Suzuki Swif, Feroza, APV dan Honda CRV. Sedangkan lima mobil lainnya telah dibawa pulang oleh pemiliknya karena kondisi kerusakannya tidak terlalu parah. Total ada 12 mobil dan tiga motor yang ditabrak oleh bus pariwisata itu,” tegasnya.

Sebagian besar mobil tersebut mengalami kerusakaan di bagian depan samping kanan dan belakang. “Salah satu penumpang di mobil Daihatsu Feroza dikabarkan mengalami luka di bagian mata akibat terkena pecahan kaca depan. Pemilik mobil merupakan warga Banjar Pacung yang hendak parkir di pinggir jalan,” imbuhnya. BWN-01

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -
%d blogger menyukai ini: