Tabanan, baliwakenews.com
Penebang pohon I Nyoman Suparta (56), bernasib naas. Dia tewas akibat tertimpa batang pohon sandat seukuran pelukan orang dewasa. Peristiwa tersebut terjadi di ladang milik Made Tika di Banjar Gablogan, Berembeng, Selemadeg, Sabtu (19/11) sekitar pukul 09.00.
Kapolsek Selemadeg AKP Nikolaus Sina Ruing mengatakan, awalnya korban asal Banjar Gamongan, Selemadeg, Tabanan itu membeli pohon sandat milik Made Tika seharga Rp100.000. Kemudian, Sabtu pagi korban bersama tiga temannya lantas menebang pohon itu. “Korban membeli pohon dan dijual kembali dalam keadaan dipotong-potong,” ujarnya, Minggu (20/11).
Kemudian, korban dan tiga rekannya menebang pohon sandat tersebut. Saat itu korban tidak memangkas ranting pohon tersebut karena banyak terdapat semut rangrang. “Bagian atas pohon hanya diikat tali untuk menarik pohon usai batang bawahnya dipotong,” kata Nikolaus.
Saat pangkal pohon sudah dipotong oleh korban dan ditarik ke arah timur oleh tiga rekannya, angin kencang tiba-tiba berhembus dari arah timur. Pohon itu malah roboh ke arah selatan menimpa rumah milik warga. Sedangkan pangkal pohon sandat menimpa sudut kandang ayam dan selanjutnya terpental menimpa korban. “Tubuh korban terjepit batang pohon. Warga dan anggota saya memotong pohon sandat dan mengeluarkan korban dari bawah pohon,” imbuhnya.
Korban meningal di lokasi kejadian dengan hidung, mulut dan telinga keluar darah. Kepala korban juga terluka. “Jenazah korban telah dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman,” tegasnya. BWN-01

































