Penataan Pantai Samigita Tunggu Dana PEN, AG Harapkan Bantuan Pemerintah Pusat

IGN Anom Gumanti

Kuta, baliwakenews.com

Selain menyiapkan sarana protokol kesehatan, penataan pantai Kuta kini terus digenjot jelang pembukaan pariwisata internasional Juli mendatang. Salah seorang Tokoh Kuta yang berjuang total mewujudkan penataan ini, IGN Anom Gumanti (AG) menuturkan kalau proses penataan ini kini tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. Karena penataan ini diusulkan menggunakan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Kami bersama desa adat memang sudah merancang penataan Pantai di Kuta, Legian dan Seminyak. Karena dengan ditatanya pantai ini akan menambah daya tarik bagi wisatawan ketika pariwisata kembali bangkit,” ujar Ketua Komisi II, DPRD Badung tersebut.

Penataan ini juga diharapkan nantinya menjadi pendorong bangkitnya ekonomi masyarakat Kuta. Karena jika penataan ini bisa segera terwujud akan memberi peluang bangkitnya ekonomi masyarakat yang kini mati suri. Paling tidak setelah ditata kawasan pantai ini bisa menampung para UMKM. Seperti pedagang dan layanan jasa lainnya untuk beraktivitas di sepanjang pantai yang ada di Kecamatan Kuta tersebut. “Paling tidak hal ini akan membangkitkan aktivitas masyarakat walaupun masih sekala lokal atau domestik sembari menunggu menggeliatnya pariwisata internasional,” harap Politisi PDIP Kuta tersebut.

Dewan yang sudah tiga kali dipercaya mewakili suara masyarakat Kuta di DPRD Badung ini juga memaparkan, Pihaknya bersama pihak terkait di pemerintah Kabupaten Badung dan jajaran desa adat serta tokoh Kuta berjuang keras membuat rancangan penataan tersebut secara maraton. “Saya mengapresiasi komitmen Bapak Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta bersama jajaranya memperjuangkan penataan ini. Saat ini kami sedang menunggu persetujuan dari pemerintah pusat karena direncanakan menggunakan dana PEN,” ungkapnya.

Penataan yang menjadi harapan masyarakat Kuta dan Pemkab Badung ini diharapkannya segera mendapat persetujuan pemerintah pusat. Karena selain menggeliatkan ekonomi warga di Kecamatan Kuta, juga akan menjadikan Pantai Samigita lebih menarik bagi wisatawan dari sebelumnya. Karena desain yang dirancang sangat matang melibatkan dan menyerap semua masukan komponen yakni desa adat dan masyarakat. Selain menonjolkan keunikan ikon masing-masing, pengaturan zonasi antara peruntukan kegiatan adat, pariwisata, sosial dan ekonomi masyarakat sudah diatur dengan jelas. “Penataan ini akan membuat Pantai di Kecamatan Kuta akan menjadi destinasi internasional dengan mengedepankan kearifan lokal,” tegasnya.

Diakuinya kondisi kuta dan wilayah Badung Selatan saat ini karena pandemi memang yang terparah. Kondisi ini tentu juga berdampak sangat signifikan terhadap Pemerintah Badung yang mengandalkan sebagain besar PAD dari sektor ini. Karena Kuta hampir sepenuhnya mengandalkan sektor pariwisata tanpa memiliki sektor pendukung yang lain, seperti pertanian dan perikanan. Karenanya dia berharap bantuan yang dialokasikan pemenrintah pusat bisa diterima masyarakat dengan sasarannya yang jelas. Terutama para pengusha kecil dan masyarakat juga mendapat perhatian. “Kami menyampaikan apresiasi adanya bantuan hibah pariwisata dari pusat yang mengangkat sedikit perekonomian , walaupun tidak mungkin menyelesaikan semuanya. Karenanya kami berharap adanya stimulus lanjutan untuk Kuta dan Badung,” harapnya. BWN-04

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: