Denpasar, baliwakenews.com
Daun Pegagan atau dalam bahasa Bali dikenal dengan Piduh, berdasarkan penelitian yang dilakukan I Nyoman Sridana, Mahasiswa Program Studi Ilmu Agama dan Kebudayaan, Program Doktor Pasca Sarjana (S3) Universitas Hindu Indonesia memiliki manfaat untuk mencegah dan mengatasi kepikunan. Dalam disertasinya dijelaskan membuat ramuan loloh (jamu tradisional) untuk mencegah kepikunan dengan resep dari Sastra Bali Geguritan Sucita-Sebudi, suatu naskah teks sastra ajaran Agama Hindu dari paham Siwa Budha.
Sridana memaparkan kepikunan dapat disebabkan oleh pola hidup saat ini malas berjalan kaki dan makan tidak teratur, terlalu sering terburu-buru sehingga kurangnya waktu untuk melakukan perawatan kesehatan baik badan, pikiran maupun spiritual. Kenyataan di-era modernisasi, para ahli belum berhasil memecahkan masalah-masalah kesehatan secara tuntas.
“Para praktisi kedokteran modern banyak kembali mempelajari obat-obatan tradisional. Maka dari itu timbullah keinginan untuk menganalisis lebih jauh tentang terapi mengatasi penurunan daya ingat (pikun),” ucapnya, sembari mengatakan Disertasinya diberi judul “Terapi Kesehatan Tradisional Untuk Mengatasi Penurunan Daya Ingat Di Pengobat Usada Taru Pramana Kota Denpasar”.
Lebih lanjut dikatakan disertasinya bertujuan untuk mengetahui mengapa penderita penurunan daya ingat memilih terapi kesehatan tradisional, kemudian tata laksana terapi, dan mengetahui persepsi penderita terhadap terapi kesehatan tradisional di Pengobat Usada Taru Pramana Kota Denpasar.
“Untuk tata laksana terapi dengan cara mendiagnosis, menterapi dengan ramuan tradisional memory plus Immunomodulator, yang sumber resepnya dari text Sastra Bali Geguritan Sucita-Sebudi. Resep ini terdiri dari tumbuhan Piduh/ Pegagan, tumbuhan kejangutan dan temu putih. Diolah menjadi jamu godok yang diminum dengan cara menggodok, teh celup cara minumnya dengan diseduh air panas dan jamu instan diminum dengan cara diseduh air hangat, ” ungkapnya.
Dalam Sastra Bali Geguritan Sucita-Sebudi, dikatakan pegagan memiliki kandungan Flavonoid sebagai antioksidan, dapat memperbaiki sel yang rusak akibat radikal bebas, mengurangi resiko kanker, hipertensi, diabetes, mampu meningkatkan suasana hati yang diakibatkan oleh gangguan mood mencegah depresi. Kandungan senyawa Centellasaonin berperan dalam proses sintesa kolagen, serta kandungan senyawa glikosida saponin menghasilkan efek pereda rasa nyeri, menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (antikeloid), mempercepat penyembuhan luka, dan melebarkan pembuluh darah tepi.
Tumbuhan Meniran (Phyllanthus Urinaria Linn) yaitu senyawa flavonoid yang berperan
sebagai antioksidan. Senyawa Steroid pada tumbuhan tersebut yang memiliki fungsi untuk menghambat penuaan, pembentuk hormon/enzim berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangbiakan. Kandungan senyawa alkaloid bagi sebagai pelindung dari serangan radikal bebas, penguat dan pengatur kerja enzim. Kandungan Senyawa fenolik sebagai pengatur enzim terhadap stres lingkungan, mengatasi kematian sel untuk melindungi DNA dari kerusakan sel otak. Kandungan Savonin dan Tannin bermanfaat sebagai antiseptik, anti-inflamasi, antifungi, dan antibakterial. Senyawa Polifenol dapat menghambat pertumbuhan bhakteri, dengan cara mempresipitasi protein dan menyebabkan membran sel bakteri mengkerut yang sehingga perubahan permeabilitas sel menjadi menurun. Hal ini sangat cocok untuk mencegah perusakan sel dari peradangan dan mengatasi flak kolesterol.
Tumbuhan Kejangutan/Patikan Kebo (Euphorbia Hirta) dengan kandungan senyawa tumbuhan ini hampir mirip dengan tumbuhan Meniran dan tumbuhan Pegagan mengandung senyawa Tanin, Saponin, flavonoid, Terpenoid, Alkaloid, Polifenol dan senyawa lainnya yang saling mendukung.
Rimpang Kunir Putih (Curcuma zedoaria), di Bali dikenal dengan sebutan Temu Putih sebagai pelengkap, perasa dan pewarna alami ramuan obat, namun kandungan senyawanya mendukung sebagain besar jenis tumbuhan tersebut di atas untuk meningkatkan khasiatnya seperti kandungan senyawa Ethyl pmethocyvinnatate, Kurkuminoid, Bisdemothxycurcumin, Demothxycurcumin, dan Flavonoid. Temu Putih sangat baik untuk mengatasi keluhan berbagai penyakit karena bermanfaat sebagai antioksidan, antiradang, antiracun, obat tukak lambung (mengurangi keasaman cairan lambung), antinyeri, antibakteri dan antijamur.
Cara meracik ramuan dan cara menyajikan ramuan untuk mengatasi penurunan daya ingat sangatlah mudah secara tradisional. Cara meramu Jamu Godok Wedang (Jamu kering/ rebusan) dengan bahan ramuan segar berupa Simplesia Pegagan 500 gr, Simplesia Meniran 125 gr dan Simplesia Simplesia Kejangutan 125 gr serta rimpang Kunir Putih 250 gr. Caranya: pastikan semua bahan telah bersih, semua bahan ramuan dicincang atau giling untuk mendapatkan ukuran yang lebih kecil dan merata. Semua bahan dikeringkan dibawah sinar matahari, pastikan wadah bersih (hygienes), wadah ditutupi kain kasa supaya ramuan terhindar dari debu dan radikal bebas lainnya atau cara pengeringan lainnya bisa juga dengan cara dioven menggunakan tempratur sekitar 60 oC (enam puluh derajat celcius), setelah ramuan kering (terasa renyah bila dibilas dengan telunjuk jari tangan dan terasa tidak ada kadar airnya).
Cara simpan dengan toples kaca yang tertutup atau siap diasajikan dengan cara merebus sebanyak 3 (tiga) sendok makan, lakukan perebusan dengan menggunakan 1 (satu) liter air minum. Direbus dengan menggunakan api kecil sampai tersisa setengahnya, supaya senyawa zatnya bisa keluar dan tercampur dengan air rebusan dengan maksimal. Setelah terlihat mendidih, api dikecilkan selama lima menit, sebelum ampasnya dipisahkan dengan cara disaring. Air saringan setelah agak hangat siap disajikan untuk pengganti air minum harian. Sebaiknya diminum 3x (tiga kali) sehari, masing-masing 1 gelas di pagi hari, siang dan sore.
Hasil penelitian, muncul persepsi terhadap terapi ramuan ini dari penderita yang mengatakan merasakan ada hasil lebih tenang dan lebih fokus. Ada mendapatkan pengetahuan khusus tentang obat tradisional. Dampak positif terhadap kehidupan dengan semangat kerja lebih baik dan adanya komentar dari keluarga/ orang lain terhadap dirinya (klien) bahwa ada perubahan positif.
“Dalam penelitian ini, ada temuan faktual resep ramuan baru untuk Produk Ramuan Usada Memory Plus Immunomodulator sebagai ramuan untuk mengatasi penurunan / melemahnya daya ingat, baik untuk dikonsumsi sebagai jamu, minuman kesehatan / minuman imunitas, ” ungkap Sridana.
Dengan ramuan tradisional ini dapat menjadi lapangan pekerjaan baru (efek perekonomian) dan dapat membantu sebagai refrensi dalam bidang kesehatan tradisional yang berbasis Agama Hindu, baik efek manfaat, efek pelestarian, dan efek pertanian.
“Di saat masa mewabahnya pademi Covid-19, ramuan ini sebagai salah satu pilihan ramuan herbal Usada yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh (herbal imunitas). Tapi dalam penelitian ini baru bisa mengungkap pemanfaatan ramuan untuk mengatasi penurunan daya ingat secara empiris, dan efek manfaat secara ilmiah perlu diteliti lebih lanjut, ” pungkasnya.*BWN-03
































