Nyoman Mahardika Raih Doktor Dengan Konsep Orkestrasi Gerakan Bebas Sampah

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com


Ir. Nyoman Mahardika, M.I.Kom resmi meraih gelar Doktor pada Program Doktor Ilmu Komunikasi Hindu Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Strategi Komunikasi “Gerakan Bali Bebas Sampah Plastik” Berbasis Aksi Cleanup dan Kearifan Lokal (Studi pada Komunitas Bumikita).

Dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar pada 2026, Mahardika mengangkat isu penanganan sampah plastik yang saat ini menjadi perhatian serius di Bali. Melalui penelitiannya, ia menawarkan konsep strategi komunikasi berbasis orkestrasi, yakni model yang mampu menyatukan berbagai pihak dengan paradigma berbeda agar bergerak menuju tujuan bersama, yakni mewujudkan Bali bebas sampah plastik.

Menurut Mahardika, selama ini berbagai komunitas, pemerintah, pelaku usaha, hingga pegiat lingkungan sebenarnya telah melakukan berbagai upaya penanganan sampah. Namun, gerakan tersebut belum berjalan optimal karena masing-masing memiliki sudut pandang dan pendekatan yang berbeda, bahkan kerap bertolak belakang.

Baca Juga:  Canangkan Program Pendidikan Politik dan Kampung Netralitas, Bawaslu Badung Audiensi dengan DPRD Badung

“Ada yang memandang sampah sebagai sumber ekonomi, ada pula yang melihatnya sebagai ancaman lingkungan. Perbedaan paradigma ini membuat gerakan tidak tersinergi sehingga hasilnya belum maksimal,” ungkapnya saat memaparkan hasil penelitian, Senin (3/8).

Ia menjelaskan, komunikasi memiliki peran strategis untuk mengorkestrasi seluruh subsistem agar bekerja sesuai fungsi masing-masing. Penanganan sampah, menurutnya, tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama dari hulu hingga hilir.

Dalam disertasinya, Mahardika membagi strategi penanganan ke dalam beberapa tahapan. Pada tahap promotif dan preventif, fokus diarahkan pada pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Tahap kuratif ditujukan untuk menangani sampah yang sudah terlanjur dihasilkan melalui sistem pengelolaan yang tepat, sedangkan tahap rehabilitatif berfokus pada pemulihan lingkungan yang telah tercemar.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Utus Fadli Zon Buka PKB ke-47, Jubir Gubernur Koster Ungkap Fakta

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan sampah plastik harus melibatkan pihak yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya, termasuk pelaku bisnis pengelolaan sampah, sehingga setiap subsistem dapat bekerja lebih efektif tanpa tumpang tindih peran.

Secara akademik, Mahardika berharap temuannya dapat menjadi landasan bagi penelitian lanjutan untuk memperdalam model komunikasi pada setiap tahapan penanganan sampah. Sementara secara praktis, konsep orkestrasi komunikasi diharapkan mampu menjadi rekomendasi bagi pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun sistem penanganan sampah plastik yang lebih terintegrasi.

Baca Juga:  Rakernis I SMSI Provinsi Bali tahun 2024, Peningkatan Kualitas SDM Jadi Program Prioritas

Sidang promosi doktor tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag dan sebagai Promotor Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum bersama Kopromotor Dr. I Gede Suwantana, M.Ag, serta diuji oleh delapan dewan penguji yang terdiri atas para profesor dan doktor di bidang komunikasi, ilmu sosial, dan keagamaan.

Melalui disertasi tersebut, Mahardika menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Bali bebas sampah plastik tidak hanya bergantung pada aksi bersih-bersih, tetapi juga pada kemampuan membangun komunikasi yang terintegrasi sehingga seluruh elemen dapat bergerak secara selaras menuju tujuan yang sama. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR