Denpasar, baliwakenews.com
Sanggar Sabda Kencana Sakti, Banjar Anyar-anyar, Desa Ubung Kaja, Denpasar, berkomitmen mencetak generasi pewaris budaya khususnya gender wayang dan rindik. Untuk memotivasi siswa didiknya, Penggagas Sanggar Sabda Kencana Sakti, I Ketut Gede Antara, menggelar lomba pada Minggu 5 November 2023 di Taman Budaya Denpasar.
Ketut Antara mengatakan ujian kenaikan tingkat yang dikemas dalam bentuk lomba ini untuk mengevaluasi perkembangan anak-anak selama belajar gender wayang, dan rindik.
“Lomba gender wayang dan rindik tunggal ini saya gelar untuk memotivasi anak didik di sanggar Kencana Sakti. Sehingga kedepannya mereka semangat untuk mengikuti kegiatan-kegiatan lomba baik itu di ajang PKB, Pekan Seni Remaja yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar, maupun ajang lomba lainnya,” ungkap Antara.
Dari ajang lomba ini pihaknya melakukan seleksi siapa yang siap untuk ikut lomba di ajang-ajang selanjutnya. Kegiatan sekaligus untuk melestarikan seni budaya yang ada di Bali. Ada 9 katagori yang diselenggarakan mulai dari pemula hingga yang senior. “Peserta sekitar 135 orang. Mereka mempersiapkan lomba sekitar 1-1, 5 bulan,” ucapnya.
Antara mengatakan untuk memulai belajar gender wayang atau rindik bisa dilakukan sejak kelas 2 SD. Namun dikatakan usia yang paling bagus memulai belajar gender dari kelas 4 SD. Untuk melatih anak-anak ini, Antara mulai dari memahami jiwa anak dan mulai dengan teknik pertama yaitu pengenalan nada.
“Setelah memahami nada, baru saya perkenalkan pada lagu yang saya rancang sendiri agar lebih mudah dimengerti oleh anak-anak,” tukasnya.
Kecintaan Ketut Antara pada seni dan budaya Bali, khususnya Rindik dan Gender Wayang membawanya terus berusaha mendidik generasi penerus untuk mewarisi keahliannya di bidang Ridik dan Gender Wayang. Melalui Sanggar Sabda Kencana Sakti yang didirikan pada tahun 2005, Antara terus mencetak generasi emas penerus seni dan budaya Bali. BWN-03
































