Merasa Ditipu, Roy Marten Buat Laporan ke Polda Bali

Denpasar, baliwakenews.com

Tidak terima anaknya ditipu lebih dari Rp 900 juta, artis Roy Marten datangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali, pada Rabu (15/5). Artis yang terkenal di era 80an itu melaporkan RPK, selaku Direktur Development CV Bali Jaya Properties.

Roy Marten merasa ditipu lantaran pihak RPK tidak kunjung menyelesaikan bangunan vila selama 20 tahun yang dipesan anaknya, Monique Marten.

Roy Marten datang bersama kedua anaknya, Monique Marten dan Gading Marten. “Ya, hari ini saya bersama anak saya Monique dan Gading datang ke SPKT Polda Bali untuk melaporkan terjadinya kasus penipuan penyewaan vila,” ungkap Roy Marten usai melapor.

Baca Juga:  Dinas Koprasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung Gelar Jumat Ceria di Ikuti 24 UMKM

Menurutnya, Monique Marten menyewa Vila Sunset selama 20 tahun dengan kesepakatan harga bangunan Rp 980 juta. Uang ratusan juta itu sudah dibayar lunas. Hanya saja, hingga waktu yang telah disepakati, terduga terlapor tak juga menyelesaikan vila berlokasi di Jalan Gunung Salak, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat.

Apalagi katanya, terlapor Paulus belum menandatangi kesepakatan dan mendadak menghilang. Sehingga pihaknya melaporkan hal tersebut ke Polda Bali. “Jadi kami laporkan, mudah-mudahan dia punya niat baik untuk muncul dan menandatangani penyerahan vila tersebut,”ujar Roy Marten.

Aktor ibu kota itu meminta agar pihak kepolisian segera mengusut kasus penipuan tersebut dan terlapor Paulus segera ditemukan agar kasusnya terang benderang.

Baca Juga:  Pencuri yang Beraksi di Kuta Ditembak kemudian Dipertontonkan di Ground Zero

“Kami berharap Paul muncul untuk mempertanggung jawabkan pekerjaannya. Jadi hak-hak kami dikembalikan,” ucap Roy Marten sembari mengatakan terlapor terakhir bisa dihubungi pada Maret 2024 lalu.

Sementara itu, Monique Marten menerangkan serah terima vila seharusnya dilakukan pada 27 September 2023, tapi Paulus menyampaikan belum jadi dan mundur sampai November dan sampai Februari 2024.

“Saya ada perjanjian di notaris kalau dia (terlapor) tidak bisa mengerjakan maka saya terima uang atau diberikan vila lain,”ucapnya.

Disebutkannya, terlapor Paulus menjanjikan Vila Harmony di Jalan Padang Tegal Sari Indah II, Padangsambian Kelod. Tapi, Vila Harmony juga belum jadi dan belum lengkap.

Baca Juga:  Wabup Ketut Suiasa Hadiri Rakor Pendataan dan Penelusuran Arsip Bom Bali I

Dikatakannya, Monique menyebut terakhir kontak dengan Paulus pada Maret 2024 dan setelah itu menghilang. Pelapor berharap Paulus bisa kembali dan menyelesaikan permasalahan bangunan vila yang di sewanya.

Ia sendiri tidak ingin uangnya dikembalikan, hanya meminta Paulus beritikad baik dan segera mengurus semuanya tanpa harus meninggalkan jejak alias komunikasi.

“Yang saya mau dia ketemu dengan saya untuk membuat di notaris akta saya sewa vila selama 20 tahun. Itu aja sih sebenernya, dia kan masih hutang sama saya. Saya gak minta uangnya tapi saya minta beliau untuk ketemu dengan saya di notaris,” bebernya. BWN-01

RELATED ARTICLES
- Advertisment -Iklan Idul Fitri DPRD BadungIklan Idul Fitri DPRD BadungIklan Idul Fitri PDAM BadungIklan SMSIIklan Lapor Pajak Poling Badung Poling Badung