Badung, baliwakenews.com
Camat Kuta, Nyoman Rudiarta secara resmi membuka pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Keluragan Legian ke-17. Kegiatan ini dirangkai dengan pekan perayaan kemerdekaan RI tahun 2020 Pembukaan kegiatan ini ditandai dengan pemencetan tombop oleh Camat Kuta bersamaan dengan pelepasan burung oleh para tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut. Seperti Bendesa Adat Legian, AA Made Mantra, Anggota DPRD Badung asal Legian IGN Sudiarsa, Lurah Legian, I Made Madia Surya Natha serta tokoh masyarakat lainnya.
Ketua LPM Legian, Wayan Puspa Negara memaparkan, kegiatan BBGR Kelurahan Legian ini sejatinya merupakan kegiatan wajib setiap tahun dilaksankan pada Bulan Mei. Untuk kegiatan kali ini untuk di Legian disatukan dengan Pekan Peryaaan Kemerdekaan RI ke 75. Karena dalam masa pandemi pelaksanaanya mengacu pada protokol kesehatan. Dimana masyarakat sudah lama tidak keluar. Karenanya pihaknya mengelar kegiatan lomba layang-layang secara virtual di rumah masing-masing. Dengan begitu kreatifitas masyarakat tetap berjalan. Sebelumnya Juni lalu pihaknya juga pernah melaksanakan lomba ini dan berjalan sukses.
“Karena fenomena sekarang perwajahan celepuk maka yang kami lombakan layangan celepuk,” paparnya sembari menyebutkan jumlah peserta lomba ini sebanyak 132. Dimana pesertanya semua adalah warga masyarakat Legian. Selanjutnya tanggal 14 akan digelar lomba taman telajakan. Pihaknha berharap partisipasi masyarakat secara aktif dalam menjaga kebersihan lingkungam secara mandiri. Karenanya lomba iki diatur secara sistemik damana seluruh masyarakat penghuni dan yang memiliki usaha sepanjang tukad mati ikut dalam lomba ini. Pemilaiannyapun dilakukan secara unik. Dimana untuk pemenangnya akan mendapatkan hadiah. Namun bagi yang tamannya tidak dikelola.akan mendapat hukumam kerja bakti membersihakan tukad mati selama seminggu.
“Sorenya kami akan mengunjungi panti jompo untuk memberikan bantuan dan menumbuhkan empati walaupun di tengah situasi pandemi yang cukup berat,” paparnya. Selanjutnya tangal 16 akan ada lomba mancing sambil memungut sampah. Tujuanya agar ada konservasi dilakukan di tukad mati. Jumlah ikan dan jumlah sampah yang dikumpulkan akan dinilai.”Hal ini untuk menciptakan kawasan yang asri dan bersih. Kegiatan yang cukup spektakuler dalam BBGR kali ini kata Mantan Amggota Dewan Badung ini yaitu Kayak Race atau lomba Kayak. Dimana pesertnya adlaah dari masyarakat internasional dan lokal. “Ada 14 plus 9 yang sudah mendaftar. Mereka ada dari jepang perancis ukrania dan turki,” bebernya.
Lomba yang rencananya akan dibuka Bupati Badung Nyoman Giri Prasta ini sekaligus sebagai pencanangan tukad mati sebagai destinasi wisata. Dia juga berharap melalui langkah ini ada kolaborasi antara masyarakat dengan pemerintah. Dimana nantimya ada proyeksi oleh pemerintah dan menempatkan infrastruktur sehingga menjadi daya tarik dalam mulai memasuki kehidupan era baru. Dalam lomba kayak nanti jarak tukad mati yang digunakan hanya 100 meter dari 800 meter secara keseluruhan. Untuk menjaga kebersihan tukad mati ini pihaknya juga melibatkan para pemulung, pedagang keliling dan juru parkir yang ada di Legian.
“Jadi ada 140 pemulung, 18 juru parkir dan 200 pedagang keliling yang menjadi bapak angkat dalam menjaga keasrian tukad mati,” pungkasnya. Camat Kuta, Nyoman Rudiarta memberikan apresiasi atas apa yang dilakukan LPM Kelurahan Legian tersebut. Inilah kata dia sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah, masyakat dan para pengusaha. Bagiaman bulan bakti ini menjadi momentum dalam melaksanakan pembangunan secara bersama-sama. Pihaknya dari pemerintah selalu berkoordinasi dengan pihak balai dalam pembangunan tukad mati. Karena penataam ini tukad mati adalah multi years sehingga berkelanjutan. BWN-04































