Kurang Minum Air, Ancaman Diam-diam untuk Otak dan Kehidupan

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Di tengah aktivitas yang padat dan cuaca tropis yang menyengat, banyak orang lupa akan hal sederhana yang sangat penting, minum air putih yang cukup. Padahal, kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi bukan sekadar soal rasa haus. Ini bisa menjadi ancaman serius, mulai dari gangguan otak hingga kematian.

Tak banyak yang menyadari bahwa saat tubuh kekurangan air, otak adalah organ pertama yang terganggu. Proses berpikir melambat, konsentrasi menurun, dan dalam jangka panjang, sel-sel otak bisa menyusut karena kekurangan oksigen. “Ini bukan hanya soal fisik lelah, tapi sistem saraf pusat pun ikut terganggu,” ujar dr. Gede Bagus Darmayasa, MM. M. Repro, saat ditemui di Denpasar, Rabu (4/6).

Baca Juga:  Terjatuh dari Lantai Dua Seorang ART Pingsan

Menurut dr. Bagus, efek dehidrasi pada otak bisa terlihat dari penurunan fungsi kognitif, seperti sulit fokus, mudah lupa, dan cepat merasa stres. Bahkan pada kasus yang parah, halusinasi hingga kehilangan kesadaran bisa terjadi.

Bukan Hanya Otak, Tapi Juga Ginjal, Kulit, dan Saluran Kemih

Tak hanya otak yang terkena dampak. Tubuh manusia, yang 60% bagiannya terdiri dari air, memerlukan cairan cukup untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Tanpa cukup air, ginjal akan kesulitan menyaring zat sisa, berisiko membentuk batu ginjal, dan meningkatkan infeksi saluran kemih.

“Gejala infeksi saluran kemih bisa dimulai dari nyeri saat buang air kecil, demam, hingga darah dalam urine. Ini sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan segera,” tambah dr. Bagus.

Baca Juga:  Pecahkan Pintu Kaca, Pencuri Gasak Masker, Bir dan Rokok

Kulit juga tidak luput dari dampak. Aliran darah ke kapiler akan berkurang saat tubuh mengalami dehidrasi, membuat kulit terlihat kering, kusam, dan kehilangan elastisitasnya.

Gejala Ringan Bisa Jadi Tanda Bahaya

Beberapa orang mengabaikan gejala awal seperti sakit kepala, tenggorokan kering, denyut nadi cepat, atau warna urine yang gelap. Padahal, ini bisa menjadi tanda dehidrasi ringan yang dapat berkembang menjadi kondisi berat, termasuk kegagalan organ hingga kematian.

Pencegahan yang Mudah Tapi Sering Diabaikan

Para pakar kesehatan merekomendasikan konsumsi air putih minimal 2 liter per hari, tergantung aktivitas dan suhu lingkungan. “Jangan tunggu haus. Rasa haus itu sinyal terakhir. Kita harus lebih proaktif menjaga keseimbangan cairan tubuh,” tegas dr. Bagus.

Baca Juga:  Soal Penolakan Karantina PMI, Dewa Indra Tegaskan Pemerintah Punya Kewenangan Teritorial

Kini, di era modern dengan gaya hidup serba cepat, air putih adalah pelindung paling sederhana, namun sering diabaikan. Dan mungkin, minum satu gelas air sekarang adalah langkah kecil yang bisa menyelamatkan hidup Anda esok hari.BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR