Krama Pura Alas Arum Batur Kebut Persiapan Karya Besar, Puncak Pujawali Digelar 5 Maret 2026

Iklan Home Page

Bangli, Baliwakenews.com

Ribuan krama pangempon dan panyungsung Pura Alas Arum Batur terus menggeber persiapan menjelang pelaksanaan karya besar Pamelaspas Bale Pemaruman dan Pujawali Sasih Kasanga 2026. Seluruh rangkaian kegiatan telah berjalan sejak awal Februari dan akan mencapai puncaknya pada 5 Maret 2026 mendatang.

Berbagai tahapan persiapan dilakukan secara bertahap dan terstruktur sesuai dudonan karya. Sejak 2 Februari, krama telah memulai kegiatan dengan ngawit makarya tetaring atau pembuatan sarana peneduh, dilanjutkan dengan penyusunan perlengkapan upacara hingga penataan areal pura.

Keterlibatan krama dibagi dalam sejumlah tempek sesuai tugas masing-masing. Tempek Jero Undagi, Jero Gambel, dan Jero Baris fokus pada pembangunan sarana fisik di utama mandala, termasuk pendirian tetaring. Sementara Tempek Jero Batu Dangin dan Jero Batu Dauh bertugas menyiapkan konsumsi di puwaregan guna menunjang kebutuhan para pengayah.

Baca Juga:  Tingkatkan Standar Internasional Jelang GT World Challenge Asia 2025, Pertamina Mandalika International Circuit Perbaiki Run-Off

Di sisi lain, Tempek Roban dan Daha Bunga berperan memperindah kawasan pura melalui penataan palinggih dan dekorasi penataran agar tercipta suasana sakral menjelang puncak upacara. Krama istri juga aktif menyiapkan berbagai banten, sementara krama lanang menangani pekerjaan konstruksi dan penataan area.

Puncak karya dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026, bertepatan dengan Wrespati Umanis Ugu, yang akan diisi dengan Upakara Ageng Pujawali Kasanga. Sebelumnya, sejumlah rangkaian penting akan dilaksanakan, termasuk prosesi Pamelaspas Bale Pemaruman pada 3 Maret 2026 saat Purnama Kasanga.

Baca Juga:  DPC Peradi Denpasar dan PN Bangli Gelar Sosialisasi E-Litigasi, Gugatan Sederhana dan Pembebasan Biaya Perkara

Pura Alas Arum Batur sendiri diempon oleh sekitar 1.227 kepala keluarga dan berada di kawasan Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, di sebelah timur Pura Ulun Danu Batur. Pura ini juga didukung oleh berbagai krama panyungsung dari sejumlah desa adat dan kelompok masyarakat lainnya.

Pamucuk pura, Jero Lingsir Makalihan, menegaskan bahwa seluruh persiapan dilakukan secara terjadwal dan melibatkan seluruh unsur krama secara gotong royong.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Hadiri Perayaan HUT ke-23 FORKOT Tabanan

“Sejak awal kami sudah bergerak bersama agar karya ini berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan tata upacara,” ujarnya.

Dengan semangat ngayah, seluruh krama berharap pelaksanaan karya tidak hanya berjalan khidmat, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan serta menjaga keberlanjutan tradisi dan nilai spiritual masyarakat Bali, khususnya di kawasan Kintamani. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR