Denpasar, Baliwakenews.com
Gubernur Bali, Wayan Koster melontarkan pesan tegas kepada dunia akademik: riset perguruan tinggi tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri pelantikan Rektor Unmas Denpasar, I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, di Auditorium Saraswati, Sabtu 21 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Koster mengapresiasi konsistensi civitas akademika dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Namun, ia mengingatkan bahwa praktik di lapangan masih jauh dari ideal.
“Penelitian jangan hanya untuk kenaikan jabatan fungsional. Harus bisa dipakai pemerintah dan dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, mulai tahun ini Pemerintah Provinsi Bali akan membuka ruang kolaborasi riset dengan seluruh perguruan tinggi di Bali. Skema tersebut dirancang untuk menghubungkan langsung program studi dengan kebutuhan riil perangkat daerah.
Riset dari fakultas kedokteran, misalnya, akan diarahkan bersinergi dengan Dinas Kesehatan. Sementara bidang lain akan disesuaikan dengan sektor strategis seperti pertanian, peternakan, hingga lingkungan hidup.
Peran kunci dalam kolaborasi ini akan dipegang oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun.
Koster menilai, integrasi riset dengan kebijakan akan mempercepat pembangunan daerah sekaligus menjawab kebutuhan akademik dosen dan mahasiswa.
“Semua harus terlibat, dari rektor sampai mahasiswa. Kampus harus ikut menyelesaikan persoalan di masyarakat,” ujarnya.
Isu strategis seperti pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan juga menjadi perhatian utama. Ia bahkan mendorong setiap kampus di Bali mampu mengelola sampah secara mandiri melalui inovasi berbasis riset.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang menitikberatkan pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.
Sementara itu, rektor Unmas yang baru dilantik, I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kualitas kampus yang dipimpinnya.
Ia menegaskan bahwa Unmas akan terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang unggul, sekaligus tetap berakar pada nilai budaya.
Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan di salah satu perguruan tinggi swasta di Bali tersebut di tengah dorongan kuat pemerintah agar kampus tidak lagi berada di menara gading, melainkan hadir sebagai solusi nyata bagi daerah. BWN-03
































