Konferensi Wilayah X PPTI Bali Digelar Di Gedung DPRD Badung, Pandemi Kasus TBC Menurun

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com
Selain penanganan masalah Covid-19 di Indonesia, masalah kesehatan yang perlu penanganan dan perhatian bersama adalah Penyakit Tuberkulosis (TBC). Dari data Perhimpunan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Indonesia masih menduduki posisi dua dunia setelah Negara India penderita TBC terbanyak. Hal ini terkuak dalam Konferensi Wilayah X PPTI Bali di gedung DPRD Badung, Jumat 3 Desember 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya mengatakan, selama ini PPTI sudah berperan sangat aktif dalam pencegahan TBC dan pelayanan pengobatan serta melakukan pengawasan minum obat bagi pasien TBC. Walau pun sebagai relawan PPTI memiliki komitmen dalam penanggulangan TBC. Kasus TBC di Bali sejak penemuan kasus covid-19 agak menurun. ”Angka penemuan kasus kita belum mencapai 44 persen yang kita targetkan. Dan saat ini baru mencapai 34 persen kasus. Angka kesembuhan penderita TBC di Bali sangat bagus. Itu sudah mencapai 90 persen. Artinya 90 persen orang yang terdeteksi TBC diobati secara sembuh. Namun kita harus melihat juga ada 10 persen yang belum sembuh sehingga ini berpotensi bisa menjadi resisten dan meninggal. Ini perlu menjadi perhatian bersama, karena kasus resistensi obat pada TBC ini berdampak pada meningkatnya gejala-gejala resistensi tersebut,”terangnya.

Baca Juga:  Plt. Bupati Suiasa Menghadiri Kegiatan Peningkatan Kinerja PTSP dan PPB Dipusatkan di Badung

Lebih lanjut dikatakan, data kasus TBC per kabupaten berbeda-beda. Penemuan tertinggi itu ada di Kabupaten Buleleng, kemudian di Denpasar . “Dengan pengobatan, penanganan serta waktu yang tepat ini sebenarnya TBC ini dapat disembuhkan. Sering kasus yang tidak sembuh itu dikarenakan drop out minum obat. Memang kita sadari jangka waktu pengobatan TBC ini cukup lama serta obat yang diminum juga cukup banyak kadang-kadang menimbulkan ketidak disiplinan sehingga perlu adanya pengawas minum obat,”paparnya.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Jalin Koordinasi Dengan Distributor Sembako  

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dr. Nyoman Gunarta mengatakan, memang perlu upaya khusus yang lebih intensif dalam menangani kasus TBC ini mengingat Indonesia di posisi kedua di dunia setelah Negara India. “Dengan adanya transformasi kesehatan ini, Kabupaten badung termasuk lokus uji coba layanan terintegrasi Puskesmas dengan pelayanan kesehatan swasta dalam hal melakukan penanganan TBC. Terkadang penemuan TBC di swasta tidak tersampaikan ke kita, dengan layanan terintegrasi ini kita mendapatkan pencapaian kasus TBC di Badung lebih akurat dan meningkat,”paparnya.

Integrasi ini sedang dilakukan di dua puskesmas dahulu yakni Puskesmas Mengwi I dan Puskesma Abiansemal I. “Nanti sampai akhir Desember ini kita akan evaluasi, kalau ini berhasil meningkatkan cakupan pencapaian penanganan TBC , Kita akan terapkan di seluruh puskesmas di Kabupaten Badung,”ungkapnya.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Harapkan Dharma Shanti Nyepi Jadikan Momentum Untuk Mulat Sarira

Sementara Sekretaris Komisi IV DPRD Badung, Ni Luh Putu Gede Rara Sukma Dewi, SE mengatakan, dengan adanya kongres PPTI ini pihaknya mengapresiasi perjuangan PPTI dalam menangani masyarakat yang terkena TBC di Bali dan Badung khususnya. “Kita menjadi kasus tertinggi nomor dua di dunia, sehingga pemerintah memberikan perhatian lebih dalam penanganan TBC. Bagaimana nanti menanggulangi dan memberikan pelayanan masyarakat penderita TBC ini lebih baik lagi dari pemerintah. Saya harap kedepannya PPTI ini bisa memfasilitasi masyarakat terkena TBC mendapatkan pelayanan yang baik, baik itu obat sehingga mereka bisa sembuh,”terang politisi asal kelurahan Lukluk tersebut. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR